Sesak Napas, Calhaj Batal Berangkat

93
0
ISTIMEWA Dievakuasi. Salah seorang calon haji Indit Nindit (71) asal Bungursari dievakuasi petugas kesehatan setelah mengalami sesak napas saat prosesi pemberangkatan di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Senin (8/7).

TAWANG – Sebanyak 405 jemaah calon haji (calhaj) kloter 9 asal Kota Tasikmalaya berangkat, Senin (8/7) pagi. Mereka diberangkatkan menggunakan sekitar 11 bus menuju Embarkasi di Bekasi.

Sayangnya salah seorang calhaj atas nama Indit Nindit (71) asal Kecamatan Bungursari batal berangkat berbarengan dengan rekan sekloternya. Ketika prosesi pemberangkatan di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 07.15, dia sempat dibopong petugas kesehatan ke toilet. setelahnya, petugas memasang alat bantu pernapasan berupa oksigen kepada Indit. “Informasi dari keluarga calon jemaah, (Indit, Red) kelelahan tidak istirahat sampai larut malam. Sampai ke sini juga sesak dan batuk,” ucap petugas kesehatan haji Ceffy Rachmat kepada wartawan.

Menurut Ceffy, setelah diperiksa, Indit batuk seraya mengeluarkan darah. Pihaknya menduga terjadi infeksi di dalam tubuhnya. “Kemudian sesak, kemungkinan disebabkan riwayat jantung. Tadi juga sudah mulai tidak sadar dan berkeringat dingin,” tuturnya.

“Kami langsung merujuk ke rumah sakit Jasa Kartini untuk memeriksa kondisinya, terutama jantung. Kemungkinan besar tidak akan berangkat, mengingat kondisi fisik tidak memungkinkan,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Tasikmalaya Drs H Hilmy Riva’i MPd menerangkan, Indit menambah jumlah jemaah yang gagal berangkat, yakni seorang meninggal dunia dan seorang lagi mengalami kecelakaan. Ditambah, masing-masing pendamping calon jemaah tersebut ikut tidak berangkat. “Kemudian barusan ada yang dirujuk ke rumah sakit. Mudah-mudahan bisa menyusul,” ujar Hilmy.

Dia menyebut di tahun ini calhaj yang berangkat dari Kota Tasikmalaya sebanyak 669 orang. Paling tua berusia sekitar 88 tahun dan paling muda 23 tahun. “Terbagi menjadi 3 kloter yakni 9 yang berangkat saat ini, kloter 43 berangkat 19 Juli dan kloter 50 berangkat 21 Juli,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan haji tahun ini tidak menemui kendala serius. Namun, durasi bimbingan para calhaj sangat terbatas yaitu 14 hari kerja. Pasalnya, Kemenag tengah disibukkan mengurus penambahan jumlah kuota jemaah haji. “Kota Tasikmalaya mendapatkan tambahan kuota sebanyak 30 orang. Kuota tambahan itu diprioritaskan untuk calon jemaah yang sudah memasuki usia lanjut,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan, pemkot saat ini memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pelayanan Jemaah Haji di Kota Tasikmalaya. Hal tersebut menjadi landasan hukum supaya bisa meningkatkan pelayanan bagi jemaah. “Khususnya pelayanan pemberangkatan dan pemulangan bisa terus meningkat dan dirasa­kan jemaah. Kita titip jaga nama baik daerah dan jaga kon­disi sebab cuaca diprediksi saat ini cukup ekstrem,” tuturnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.