Sesuaikan Industri, SMK Dievaluasi

25
0
Loading...

JAKARTA – Pemerintah bakal mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Balai Latihan Kerja (BLK). Pasalnya, pemerintah menilai output atau lulusan dari SMK atau BLK banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini jumlah SMK atau BLK di Indonesia mencapai belasan ribu. Namun, banyak di antaranya yang terlambat meng-update keahlian yang diajarkan di bidangnya. Sehingga tidak semua lulusan terserap.

“Banyak industri yang sebenarnya lowongan banyak tapi pelamarnya atau yang bekerja sedikit karena tidak sesuai,” ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut Bambang, Menteri Pendidikan, Menteri Riset Dikti dan Menteri Tenaga Kerja melakukan kajian untuk menyesuaikan keahlian yang diajarkan sesuai permintaan. Dengan demikian, sekolah kejuruan dan lembaga pelatihan tidak bisa berjalan sendiri.

“Misalkan apa kebutuhan sektor industri, berapa jumlahnya, pendidikan seperti apa yang dibutuhkan, ini yang nanti coba dikaitkan,” imbuhnya.

ia menjelaskan, evaluasi dilakukan sebagai upaya pemerintah meng-upgrade skill bisa dilakukan dengan memanfaatkan sekolah atau lembaga yang eksisting. “Kita tidak bisa memulai dari nol, jadi kita harus memanfaatkan yang ada,” tuturnya. (far/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.