Belum Ada Kesepakatan Pemkab dan Investor

Setda Lama, Jadi Mal atau Hotel

571
0
DIMINATI. Kantor Setda Lama Kabupaten Tasikmalaya yang ada di Kota Tasikmalaya diminati investor untuk dijadikan mal atau hotel.
Loading...

TASIK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd membenarkan sudah ada investor yang minat menanamkan investasi di Kantor Setda Lama yang berada di Kota Tasikmalaya.

Menurut Kodir, perusahaan yang bergerak pada bidang properti ini ingin menjadikan kawasan tersebut untuk dibangun mal, hotel atau destinasi rekreasi baru.

Akan tetapi, Pemkab Tasikmalaya belum melakukan kesepakatan dengan perusahaan asal Jakarta itu, pasalnya masih dalam kajian teknis apakah diterima tidaknya permohonan tersebut. “Belum ada apa-apa, baru permohonan. Kami sedang kaji permohonannya,” ujar Kodir kepada Radar di Pendopo Lama, Jumat (4/5).

Permohonan dari investor untuk menjadikan Kantor Setda Lama sebagai mal atau hotel bahkan tempat rekreasi bermain perlu dikaji secara teknis. Apakah sesuai dengan tata ruang di Kota Tasikmalaya atau tidak. “Jadi harus sesuai dengan tata ruang kota dan sesuai dengan visi misi serta keinginan bupati. Kami belum bisa menyimpulkannya,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tasikmalaya H Cecep Rostata menambahkan luas lahan Kantor Setda Lama sendiri ada satu hektare. Sedangkan untuk harga pada tahun 2008 dari penilaian aset Kantor Setda Lama mencapai Rp 65 miliar. ”Kalau eskalasi di tahun 2018 nilai asetnya bisa sampai ratusan miliar,” ungkapnya.

Loading...

Menurut Cecep, soal permohonan PT MKUA yang ingin menjadikan setda lama menjadi mal tidak mungkin bisa. Karena tidak sesuai dengan tata ruang pemerintah kota yang saat ini membatasi keberadaan pusat perbelanjaan seperti mal.

“Kita sudah bicara dengan pihak pemkot, pembangunan mal dibatasi. Kalau hotel atau tempat rekreasi bermain mungkin saja bisa, tapi tetap kita harus kaji dulu dan koordinasi dengan pemkot,” terangnya.

Cecep menegaskan bahwa pemkab tidak meminta kompensasi kepada investor dengan meminta memindahkan kantor dinas yang berada di kota ke kompleks Setda Kabupaten Tasikmalaya. “Karena tidak ada aturannya, pemindahan kantor dinas minta ke pihak ketiga,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya Asep Supratman menambahkan bahwa kerja sama dengan PT MKUA ini awalnya dengan PDUP. Akan tetapi berbenturan dengan beberapa aturan, akhirnya pihaknya menyarankan langsung ke Pemkab Tasikmalaya. “Kami hanya memfasilitasi saja investor ke Kabupaten Tasikmalaya,” bebernya.

Pada pertemuan yang sudah dilakukan memang sudah ada kesepahaman antara PT MKUA dengan Pemkab Tasikmalaya. Ada beberapa poin yang diusulkan kepada PT MKUA sebagai syarat kerja sama, di antaranya meminta kompensasi kepada investor untuk memindahkan dan membangun lima kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini masih berada di kawasan tersebut.

Sebagaimana diketahui di Setda lama ada Disdukcapil, Dinas Koperasi, Kesbangpol, DPMDPAKB dan Dinas Arsip. “Investor sudah menyanggupi permintaan tersebut,” terangnya. Asep menjelaskan nantinya kerja sama yang akan dilakukan berupa hak guna bangun dan hak pengelolaan lahan. (dik/ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.