Identitas Jenazah di Aliran Irigasi Mulai TerungkapJasad yang Diduga Perempuan Ditemukan Sudah Membusuk

Setelah di Sariwangi, Mayat Ditemukan di Cigalontang

292
0
IDENTIFIKASI. Polres Tasikmalaya dan Polsek Cigalontang melakukan identifikasi mayat membusuk yang ditemukan di Kampung Cikupa, Sirnagalih, Cigalontang, Kamis (20/6). Insert. Asmanah (57), warga Cibatu, Jayaputra, Sariwangi menunjukkan foto anaknya yang diduga mayat mengambang di irigasi, Kamis (20/6). DIKI SETIAWAN – UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

SARIWANGI – Setelah temu mayat mengambang di irigasi Jaregerd, Jayaputra, Sariwangi. Selang sehari, mayat kembali ditemukan di Kampung Cikupa, Sirnagalih, Cigalontang. Jenazah yang diduga perempuan ditemukan di kebun milik warga dengan kondisi membusuk, Kamis (20/6) sore.

Pascapenemuan mayat mengambang di irigasi, Polres Tasikmalaya belum mengungkap identitasnya. Namun, ada keluarga yang mengakui bahwa mayat tersebut adalah keluarganya.

Aang Saeful Rahmat (32), warga Jareged, Jayaputra, Sariwangi mengatakan sempat mengira mayat tersebut boneka. “Awalnya saya sempat kaget dan mengira boneka, karena bentuk tubuh manusia dan warnanya sudah putih pucat dengan posisi telungkup,” katanya kepada Radar di tempat kejadian, Kamis (20/6).

Kata Aang, saat dievakuasi mayat hanya menggunakan celana dalam biru dan terdapat luka di bagian belakang kepala. “Warga sempat berpikir ada kejanggalan bahwa mayat itu korban pembunuhan. Tetapi, itu baru pendapat, kita serahkan saja kepada kepolisian,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Kampung Jareged, Rahmat Juhdi (56) menambahkan sebelum temu mayat, Badru, warga Cibatu, Jayaputra yang datang ke lokasi. Dia mengatakan anaknya Andi (22) hilang sejak Jumat (14/6). “Pak Badru sempat melihat mayat tersebut, namun kondisi wajahnya tidak bisa dikenali,”katanya.

Juhdin menambahkan, Badru mengaku sudah mencari anaknya ke beberapa daerah dengan berbagai cara, mulai dari selebaran foto dan mengumumkannya di pengajian warga termasuk melaporkan ke Polsek Leuwisari. “Katanya anaknya agak keterbelakangan mental. Warga di Kampung Jareged sempat berpikir, mungkin mayat tersebut anak Pak Badru yang hilang,” tambah dia.

Mendapatkan informasi tersebut, Radar mendatangi rumah Badru di Cibatu, Jayaputra, Sariwangi. Saat itu, Badru sedang tak ada di rumah, istrinya, Asmanah (57) menyambut kedatangan Radar. Dia menjelaskan anaknya Andi Suhendi (22) hilang sejak Jumat (14/6). “Setelah mendengar temu mayat. Saya menyuruh suami melihat ke lokasi, namun belum yakin dan hanya mengambil foto jasadnya saja,” ungkapnya.

Kata dia, setelah mengamati foto, dia merasa yakin bahwa mayat tersebut adalah anaknya. Itu dikenali dari celana dalam yang digunakan berwarna biru. “Saya yakin celana dalam itu milik anak saya dan ada tulisan agree. Karena sebelum lebaran saya membelikan celana dalam warnanya biru persis yang dipakai di jasad tersebut,” katanya.

Lanjut dia, pihak kepolisian sudah datang meminta informasi soal anaknya yang hilang. “Saya jelaskan bahwa celana dalam yang dipakai jasad tersebut adalah milik anak saya. Saya juga sampaikan ada tanda hitam di bawah ketiaknya,” paparnya.

Sebelum hilang, kata dia, Andi pamit pergi ke sawah untuk membawa karung padi yang sudah panen. “Anak saya sejak PAUD sudah kurang normal, akibat pada saat bayi kepalanya sering terbentur karena jatuh dan lainnya,” tuturnya.

Rosa Sortina (33), kakak Andi menambahkan walaupun keterbelakangan mental, adiknya bisa diajak komunikasi. “Saya yakin kalau mayat tersebut adik saya, setelah melihat celana dalam yang digunakan dan tanda hitam di ketiak. Namun, untuk memastikan kami menyerahkan kepolisian melakukan autopsi. Keluarga juga tidak berpikir Andi dibunuh, mungkin hanya tenggelam di sungai dan sudah menerimanya,” terangnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK menegaskan pihaknya tetap akan melakukan autopsi. “Mudah-mudahan kita bisa segera melakukan autopsi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab kematian dan identitas mayat tersebut,” ujarnya.

Lanjut dia, autopsi harus dilakukan untuk mengetahui apakah ada bekas kekerasan atau benda tumpul di tubuh mayat tersebut atau tidak. Karena yang bisa menguak dan membuktikan adalah hasil autopsi. “Jadi kalau memang hasil autopsi mengarah kepada adanya tanda-tanda kekerasan kita akan melakukan penyelidikan lebih dalam,” katanya.

Kamis (20/6) sore, warga Cikupa RT/RW 01/08 Desa Sirnagalih, Cigalontang digegerkan dengan penemuan mayat membusuk tanpa identitas di kebun milik warga.

Kantit Reskrim Polsek Cigalontang, Bripka Dwi Santoso mengatakan mayat ditemukan pukul 16.00 oleh pemilik kebun saat akan mengambil pisang. Lokasi kebun dari permukiman warga berjarak 500 meter. “Saksi mata yang pertama kali menemukan saat itu tidak sengaja menginjak sepatu pada mayat tersebut yang posisinya tepat berada di bawah pohon pisang,” katanya kepada Radar di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo, tadi malam.

Jelas dia, saat ditemukan warga kondisinya sudah membusuk yang sebagian tubuhnya masih dibalut pakaian, celana jeans dan sepatu. “Diperkirakan korban sudah meninggal tiga minggu. Kami tidak menemukan adanya identitas,” katanya.

Lanjut dia, mayat tersebut menggunakan kalung warna putih, jepit plastik warna merah, kemeja panjang putih kerah hitam motif kucing, jaket warna pink dan putih bolak balik merek H dan N. Kemudian ditemukan juga legging pendek hitam, legging panjang hitam, celana jeans biru kusam, celana dalam warna hijau ukuran xxl, kerudung warna cokelat corak kembang, sepatu warna biru, tanktop warna putih, BH warna biru. “Kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya, lebih jelasnya akan autopsi,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya akan melakukan olah TKP. Lokasi temu mayat sudah dilakukan police line untuk keperluan olah TKP. (dik/ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.