Setelah Tamkot, Penertiban PKL Dilanjutkan ke Cihideung Dan Taman Alun-alun

70
BEROPERASI. Suasana di kawasan batu andesit yang dipakai kegiatan usaha para pedagang kaki lima (PKL), Senin (18/2).Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

MANGKUBUMI – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kota Tasikmalaya akan memprioritaskan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Taman Kota (Tamkot). Setelahnya, penertiban dilanjutkan ke PKL Cihideung dan Taman Alun-Alun.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Dinas Satpol PP-Damkar Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah menjelaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk menertibkan PKL di kawasan andesit Tamkot. Namun, untuk waktu pelaksanaannya belum bisa dipastikan. Pihaknya tengah mengkaji efek-efek yang akan ditimbulkan setelah penertiban. “Waktu sedang kami bahas dan koordinasikan dengan internal,” ujar dia kepada Radar, Senin (18/2).

Yogi juga membantah pernyataan PKL Tamkot yang menganggap pemkot tebang pilih. Menurut dia, penertiban PKL itu dilaksanakan secara bertahap. Nantinya, setelah PKL Tamkot, pihaknya akan membersihkan PKL yang melanggar di titik lain. Termasuk di wilayah Cihideung dan Alun-Alun Kota Tasikmalaya. Sebelumnya, PKL di Padayungan, Jalan Siliwangi dan SL Tobing sudah dibersihkan. “Kami nyatakan dalam penertiban ini tidak tebang pilih,” kata dia.

Dia menceritakan sebelum ada Tamkot, PKL itu berjualan di sekeliling Masjid Agung. Karena mengganggu arus lalu lintas, PKL tersebut ditertibkan tanpa relokasi. Namun, para PKL itu merangsek masuk ke kawasan batu andesit Tamkot. Mereka beroperasi pukul 17.00 sampai dengan pukul 21.00. “Mereka itu masuk lingkungan Tamkot inisiatif para PKL,” ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM-Perindag) Kota Tasikmalaya H M Firmansyah menyebutkan PKL Tamkot bukan binaan instansinya. Mereka berkembang sendiri dan masuk ke area Tamkot.

Sementara itu, Sekretaris Perkumpulan Pedagang Masyarakat Kota Tasikmalaya (Pekmatas) Dadang Budiana tetap menolak penertiban PKL dari kawasan andesit. Para PKL meminta belas kasihan dari pemerintah agar tetap bisa mengais rezeki di Tamkot. “Toh pemerintah harus bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat. Kalau dihilangkan mata pencaharian kami, bagaimana kami mau sejahtera,” ujar dia.

Menurut dia, masyarakat mempunyai hak hidup layak. Maka dari itu, PKL mencari nafkah di wilayah Tamkot. “Jangan sampai ini menjadi meningkatkan kemiskinan di kota Tasikmalaya,” tutur dia.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan usaha PKL di Tamkot merupakan ini­siatif Pekmatas bukan kesepakatan de­ngan pemkot. Pekmatas dalam meman­faatkan kawasan batu andesit juga merapikan posisi PKL agar tidak meng­ganggu arus lalu lintas. “Ini meru­pakan solusi kami pindah ke an­desit ini agar lalulintas lancar,” ujar dia.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya Dedi Hermawan menegaskan semua area terbuka hijau harus steril dari aktivitas PKL, penyewaan mainan dan otopet. “Baiknya alun-alun, taman kota itu tidak ada aktivitas itu, (PKL, Red),” ucap dia.

Khusus untuk PKL Tamkot, kata dia, tidak ada lagi solusi selain keluar dari kawasan andesit. (ujg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.