Gubernur Jabar Buka Lima Pintu Anggaran

Setiap Daerah Kebagian Rp 200 M

94
0
fin PAPARKAN. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan program saat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) Triwulan II 2019 di Resort Prima Sangkanhurip, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/).
Loading...

KUNINGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan memberikan bantuan keuangan sekitar Rp 200 miliar untuk setiap Kabupaten/Kota di Tahun 2020.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bantuan ini diberikan harus berdasarkan pengajuan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

“Per hari ini kita hanya sanggup di Rp 200-an miliar per daerah. Kalau dirata-rata segitu,” kata Emil sapaan akrab Ridwan Kamil saat ditemui usai acara Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) Triwulan II 2019 di Resort Prima Sangkanhurip, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7).

Dia mengatakan untuk mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 800 triliun. Tetapi pada kenyataannya APBD Jawa Barat saat ini hanya ada sekitar Rp 35 triliun.

Untuk menyiasatinya, Pemprov Jawa Barat akan berupaya agar pembangunan tidak bergantung kepada APBD. Sebab, ada lima pintu anggaran yang bisa dimanfaatkan membiayai pembangunan Jawa Barat.

“Selain APBD Kabupaten/Kota, APBD provinsi, ada dana swasta melalui KPBU (Kerja sama Pemerintah Badan Usaha) atau Public Private Partnership (PPP), obligasi daerah, dana perbankan, dana umat dan dana CSR,” kata dia.

Selain itu, kata Emil, untuk memaksimalkan bantuan anggaran dari pusat. Pemprov Jawa Barat akan melobi kementerian atau presiden, supaya bisa memprioritaskan Jawa Barat. “Sebab, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Kita komit (berkomitmen) bahwa sumber pembayaran pembangunan ini ada pintu APBN. Kita akan lobi, dengan hasil detail dari Tingkat II (Kabupaten/Kota), saya akan lobi kementerian atau presiden untuk memprioritaskan Jawa Barat yang memang penduduknya, secara populasi, paling besar,” katanya.

Loading...

Emil menegaskan bantuan keuangan yang akan diberikan Pemprov Jawa Barat kepada Pemda Kabupaten/Kota tidak sembarangan. Bantuan diberikan berdasarkan kriteria tertentu seperti jumlah penduduk dan capaian prestasi daerah.

“Kita memberikan (bantuan keuangan, Red) tidak asal memberi, tapi datang berdasarkan kualitas dan jumlah penduduk. Kemudian, prestasi kabupaten/kota yang bisa dikasih lebih,” kata dia menjelaskan.

“Termasuk siapa yang berhasil menyukseskan program provinsi lebih aktif, tentu akan kita berikan tambahan,” lanjutnya.

Emil menuturkan melalui forum yang diberi nama Kopdar tersebut, pihaknya bisa mengetahui aspirasi Kepala Daerah se-Jawa Barat. Kepala Daerah yang hadir dapat menuturkan persoalannya terkait infrastruktur jalan, transportasi, maupun persampahan.

“Masalah kompleksitas sangat besar. Tapi setengah (aspirasi Kepala Daerah) adalah kembali lagi masalah infrastruktur jalan penghubung, transportasi, persampahan, dan lain-lain,” ucap Emil.

“Tradisi kopdar ini sangat baik, ini adalah tradisi baru. Makin lama Insyaallah akan terjadi minimalisasi dari missed komunikasi yang mungkin kita hadapi,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, Emil memaparkan sejumlah prioritas pembangunan yang akan dilakukan Jawa Barat di Tahun 2020. Ada sembilan prioritas pembangunan, pertama akses pendidikan untuk semua. Salah satunya, mulai tahun depan uang SPP bagi SMA/SMK di seluruh Jawa Barat akan digratiskan.

Kedua, Desentralisasi layanan kesehatan akan memaksimalkan program Layad Rawat. Bahkan, pihaknya akan membentuk investasi membangun Rumah Sakit Kelas C dan Kelas B.

“Saya tunggu proposal dari Kabupaten/Kota. Minimal sudah ada sepuluh proyek kita sudah siapkan, lokasi terserah tinggal diajukan. Khususnya, untuk daerah yang rasio rumah sakitnya masih kecil,” beber Emil.

Ketiga adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi. Salah satunya adalah optimalisasi program One Pesantren One Product (OPOP).

Keempat, pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata. Sebab, menurut Bank Indonesia, yang akan menolong ekonomi Jawa Barat adalah pariwisata. Sehingga pariwisata akan dikembangkan.

“Pariwisata akan kita maksimalkan melalui tiga tipe pengembangan yaitu perbaikan akses, penyempurnaan destinasi, dan membuat kawasan ekonomi khusus (KEK),” katanya.

Emil menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah dalam lima tahun carikan di wilayah masing-masing seluas 200 hektar. Untuk dibentuk KEK.

Selain itu, persoalan pendidikan agama dan tempat ibadah juara, juga akan menjadi prioritas penting. Bahkan, DPRD Jawa Barat saat ini tengah membahas peraturan daerah tentang pendidikan keagamaan diantaranya membahas tentang pesantren.

Keenam mengenai infrastruktur konektivitas wilayah. Emil menjelaskan Pemprov Jawa Barat memiliki kantor Badan Penghubung (Banhub) di Jakarta. Kantor ini bisa dimanfaatkan oleh Kabupaten/Kota untuk berbagai kegiatan, salah satunya di kantor Banhub akan ada tim pelobi yang akan membantu Pemda Kabupaten/Kota di Jawa Barat untuk melobi pemerintah pusat melalui Kementerian/Lembaga agar mendapatkan proyek infrastruktur strategis.

Emil menjelaskan terkait program Kredit Indah (Infrastruktur Daerah). Pemda Kabupaten/Kota di Jawa Barat bisa memanfaatkan kredit ini bekerja sama dengan Bank bjb.

Kedelapan yaitu tentang gerakan membangun desa untuk menuntaskan ketimpangan pembangunan yang terjadi antara di desa dan wilayah perkotaan. Sebab, status desa maju di Jabar baru ada sekitar 500 desa.

Kesembilan, kata Emil, Subsidi gratis Golekmah (Golongan Ekonomi Lemah). Subsidi ini diberikan untuk pelayanan kesehatan kepada warga kurang mampu, sekolah gratis bagi warga kurang mampu, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), beasiswa perguruan tinggi bagi warga kurang mampu, buruh juara, dan sembako gratis.

Sementara kesepuluh adalah Inovasi pelayanan publik dan penataan daerah agar semua Kabupaten/Kota di Jawa Barat harus full digital dalam kegiatan pemerintahannya. Salah satu hal yang ditekankan, yaitu penggunaan e-Budgeting supaya bisa menghemat penggunaan anggaran.

“Kemudian, kita punya program remunerasi pekerja. Jadi, ASN ini yang rajin amplopnya tebal dan yang tidak rajin amplopnya tipis,” katanya. (yan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.