Setiap Hari Muncul Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik

169
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi vaksin covid-19
Loading...

TASIK – Pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya seolah tidak ada habisnya. Setiap hari, selalu ada pasien positif baru yang membuat ruang isolasi makin overload.

Dua pekan terakhir, setiap hari petugas disibukkan dengan temuan pasien positif yang baru. Jumlahnya pun bukan hanya satu dua orang saja, namun sampai belasan bahkan puluhan.

Peta sebaran pasien positif Covid-19 pun semakin meluas di setiap kelurahan.

Dari 69 kelurahan, 59 diantaranya ditandai warna merah karena terdapat warga yang terkonfirmasi positif dan masih berstatus pasien aktif.

Sehingga membuat fasilitas ruang isolasi semakin penuh, sebab jumlah pasien baru lebih banyak dari pasien yang sehat.

Loading...

Hal itu diakui Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo H Dudang Erawan Suseno, menurutnya, n ketersediaan ruang isolasi Mitra Batik di RSUD terbilang sudah tidak ada. Ketika ada pasien yang pulang, selalu diisi dengan pasien yang baru.

“Jadi terbilang selalu penuh, karena ketika ada pasien yang dipulangkan Satgas mengisinya dengan pasien baru,” katanya.
Belum lagi, pihaknya pun harus menangani ketika ada pasien RSUD yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Seperti halnya dalam tiga hari terakhir terdapat empat ibu hamil yang dinyatakan positif Covid-19.

“Setelah melahirkan langsung ditempatkan di ruang isolasi,” terangnya.

Namun demikian, bayi yang dilahirkan tidak terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga tidak disertakan ke ruang isolasi dengan ibunya. “Alhamdulillah kuasa Allah, keempatnya negatif (Covid-19),” tuturnya.

Maka dari itu, idealnya pihak rumah sakit harus menyiapkan ruang isolasi tambahan. Sejauh ini rencana tersebut sudah ada, namun belum bisa dipastikan realisasinya.

“Baru rencana dan persiapan, belum bisa dipastikan kapan bisa selesai,” terangnya.

Terpisah, Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf mengakui soal membludaknya pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Ini diketahui setelah tim lapangan aktif melakukan tracing, sehingga ditemukan klaster-klaster baru. “Seperti kemarin ada klaster tempat kebugaran,” katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat lebih disiplin dan tertib dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab jangan sampai kasus penularan Covid-19 ini terus bertambah.

”Kita pun sedang mencari ruang isolasi tambahan, Mudah-mudahan rencana menggunakan hotel sebagai tempat isolasi bisa dilakukan,” tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diduga terpapar dari kluster tempat kebugaran alias senam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan bahwa klaster baru sudah muncul, yakni dari kelompok pegiat olahraga senam di Kota Tasikmalaya. “Iya, ada dari tempat olahraga kebugaran (senam, Red),” ujarnya kepada Radar, Selasa (1/12).

Baca juga : Karang Taruna Kabupaten Tasik Ikuti Peningkatan Kapasitas Pembinaan Organisasi Kepemudaan

Di klaster tersebut, terdapat enam pasien positif Covid-19 yang saat ini sudah ditangani Satgas Penanganan Covid-19. Beberapa diantaranya merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. “Ada dua orang ASN yang terpapar (Covid-19, Red),” terangnya.

Hal itu bermula ketika RSUD dr Soekardjo menemukan ada pasien positif. Temuan itu, pun dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya untuk ditindaklanjuti. “Ada pasien yang masuk IGD beberapa hari kemarin, hasil pemeriksaan ternyata positif,” ungkapnya.

Tim surveillance pun, kata Uus, melakukan tracing menelusuri riwayat aktivitas pasien. Pihaknya mendapati ada kontak erat di kelompok senam yang sebagian diketahui positif Covid-19. “Ada puluhan yang di-tracing, yang positif enam orang,” katanya.

Menurut Uus, proses tracing masih terus dilakukan oleh tim surveillance. Pihaknya tidak ingin ada kontak erat yang luput terlebih statusnya positif Covid-19 dan menularkan ke warga lain. “Proses tracing masih terus berjalan, tempat kebugarannya juga ditutup, sementara,” katanya.

Disinggung adanya kasus penularan, pihaknya menegaskan bukan berarti semua tempat kebugaran rawan dan perlu ditutup. Terkecuali klaster ini merembet ke tempat kebugaran lainnya. “Misalnya peserta ikut juga di tepat lain, ya bisa jadi merembet,” tuturnya.

Lanjut Uus, penularan tentunya diawali kurangnya penerapan protokol kesehatan. Maka dari itu, masyarakat harus lebih disiplin lagi menerapkan konsep 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). “Kita tidak ingin penularan terus-terusan terjadi,” imbuhnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.