Setiap Rumah di Kota Banjar Siaga DBD

128
0
GERAKAN PSN. Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana usai meninjau gerakan PSN di Lingkungan Cikabuyutan Timur Jumat (13/3). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
GERAKAN PSN. Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana usai meninjau gerakan PSN di Lingkungan Cikabuyutan Timur Jumat (13/3). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana menilai untuk antisipasi penyebaran nyamuk aedes aegypti tidak cukup hanya membentuk desa/kelurahan siaga demam berdarah dengue (DBD). Lebih dari itu, rukun tetangga (RT) perlu siaga atau bahkan rumah siaga.

Menurut dia, setiap pemilik rumah harus siaga. Minimal melakukan pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

“Bagaimana caranya? Sarang nyamuknya harus dibasmi, mulai dari jentik hingga nyamuk yang dewasa dengan di-fogging,” ujarnya kepada wartawan usai meninjau gerakan PSN di Lingkungan Cikabuyutan Timur Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Jumat (13/3).

Baca Juga : Kecewa, Warga Balokang Kota Banjar Punya Kartu BPNT Tapi tak Dapat Bantuan

Kata dia, hal itu harus dilakukan semua masyarakat. “Misal satu lingkungan 90 orang melakukan PSN, namun ada dua atau tiga orang tidak ikut. Itu sama saja bohong, karena bisa saja wilayah yang tidak melakukan PSN terdapat jentik nyamuk aedes aegypti,” kata dia.

Maka, lanjut dia, butuh kesadaran semua masyarakat dalam menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti.

“Kita hanya bisa mengurangi populasi nyamuk, kalau menghentikan agak sulit rasanya. Saat ini kita fokus ke corona, tahu-tahu DBD meningkat, makanya kita terus berupaya jangan sampai bertambah penderita DBD di Kota Banjar,” kata dia.

Baca Juga : Pasar Hewan Pataruman Kota Banjar Diaktifkan Lagi

Di tempat yang sama, Kepala Dinkes Kota Banjar dr H Herman MKes menambahkan di wilayah Kelurahan Hegarsari terdapat 20 kasus penderita. Total se-Kota Banjar yang menderita DBD sekitar 46 orang dan DF 302 orang.

“Iya ada peningkatan jumlah penderita DBD dan DF. Dan alhamdulilah setelah menjalani perawatan intensif penderita banyak yang sembuh,” ujarnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.