Short Covering Lemahkan Rupiah

72
0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyebutkan nilai tukar rupiah yang melemah ke kisaran Rp 14.126 per USD pada Jumat (15/2) siang, lebih karena koreksi teknikal di pasar keuangan. Hal ini bukan semata-mata karena pengumuman defisit neraca perdagangan Januari 2019.

“Pelemahan rupiah lebih disebabkan short covering perbankan di tengah melemahnya seluruh mata uang regional hari ini,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah di Jakarta, Jumat (15/2).

Short Covering merupakan aktivitas pelaku pasar dengan membeli kembali aset di pasar dengan tujuan untuk melindungi atau meminimalkan potensi kerugian atas penjualan yang dilakukan sebelumnya karena pergerakkan harga.

Hingga Jumat siang pukul 14.00 WIB, rupiah diperdagangkan di Rp 14.126 per USD di pasar spot, atau melemah 30 poin dari pembukaan di Rp 14.096 per USD. Nanang menyebutkan tren depresiasi tidak hanya melanda rupiah, namun juga negara-negara lain di kawasan.

Sementara, terkait sentimen domestik akibat defisit neraca perdagangan Indonesia periode Januari 2018 yang menembus USD 1,16 miliar, Nanang menganggap hal tersebut bukan menjadi sentimen yang memperlemah rupiah.

Pasalnya, defisit neraca perdagangan yang mencerminkan masih lesunya eskpor itu sudah diperkirakan pelaku pasar, meskipun besaran defist yang timbul lebih besar daripada ekspetasi pasar. “Bukan disebabkan defisit perdagangan USD 1,16 miliar, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang USD 917 juta,” jelas Nanang.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat, mengumumkan kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2019 sebesar USD 13,87 miliar atau turun 4,7 persen secara tahunan. Sementara impor sebesar USD 15,03 miliar atau turun 1,83 persen secara tahunan. Maka itu neraca perdagangan defisit USD 1,16 miliar. (rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.