Si Abah Penghuni Gunung Sawal Ciamis Dikarantina, Warid: Tak Akan Makan Manusia

1150
0

CIAMIS – Macan tutul “Si Abah” penghuni Gunung Sawal Ciamis, yang memangsa puluhan hewan ternak milik warga Lumbung, masih diamankan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis.

Kepala Resort Wilayah XIX Gunung Sawal BKSDA, Warid menerangkan, pihaknya berterima kasih kepada yang telah menyerahkan macan tutul secara sukarela ke BKSDA.

Macaan yang diberi nama Si Abah itu sekarang berada di BKSDA di Imbanagara Ciamis, untuk dilakukan karantina.

“Kami belum tahu mau dikemanakan macan ini. Kami masih menunggu arahan dari kementrian di Jakarta,” katanya kepada Radar Jumat (26/6) pagi.

“Kemungkinan dari Jakarta datang hari ini (Jumat, 26/06). Semoga ada keputusan mau dibawa kemana macan ini. Apakah ke Garut atau kemananya, ” tambahnya.

Warid menambahkan, saat ini kondisi macan tutul bernama Si Abah ini secara fisik sehat dan besar. Sekarang akan diperiksa kesehatanya oleh tim dokter dari BKSDA.

Loading...

Mengenai GPS yang terpasang di lehernya, lanjut dia, masih ada dan tidak menggu lehernya karena sudah diukur sejak awal.

Namun untuk koneksi GPS-nya sudah eror. “Mungkin sudah lama dan kena kondisi alam juga, sehingga eror,” ucapnya.

Saat ditanya jumlah macan tutul dan kumbang di Gunung Sawal, Warid menjelaskan sejauh ini belum terditeksi berapa-berapnya jadi belum bisa memberikan keterangan pastinya.

Pasalnya pada ahir tahun lalu, dari IPB sempat melakukan penelitian jumlah hewan buas di Gunung Sawal.

Namun belum hasilnya hingga saat ini belum dikirim. “Mungkin terhambat karena dampak Corona. Kami juga nunggu hasilnya sampai sekarang mengenai jumlah terahirnya berapa,” paparnya.

Perihal Si Abah yang turun gunung hingga memangsa ternak milik masyarakat, Warid menjelaskan, bahwa makanan di hutan masih banyak.

“Turunnya Si Abah dan memangsa hewan ternak masyarakat banyak faktor. Salah satunya bisa saja karena di gunung berantem sesama pejantan atau perebutan wilayah.

“Bisa saja Si Abah ini kalah bersaing lalu turun kembali dan memangsa hewan ternak milik warga,” terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat, agar tidak memburu babi hutan,  atau hewan-hewan di atas Gunung Sawal lainnya.

“Tentunya harus melestarikan alam. Sehingga keseimbangan alam akan terjaga terus. Hewan liar seperti babdo hutan itu untuk makanan macan di hutan,” paparnya.

Dia meminta masyarakat untuk tidak takut dengan macan tutul Karena selama pihaknya bekerja, tidak mendengar ada manusia dimakan oleh macan di Gunung Sawal.

“Bahkan jika ketemu manusia, justru macan akan kabur. Jadi jangan diganggu saja, tentunya tidak akan ada manusia dicakar apalagi di makan,” tuntasnya.

(iman s rahman)

Berita terkait : Belasan Kambing, 8 Anjing dan Ayam Dimangsa Si Abah Penghuni Gunung Sawal Ciamis
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.