Si Kurus Bisa Geser Milla

Pemain Indonesia Evan Dimas melakukan selebrasi usai membobol gawang Mauritius pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Selasa (11/9/). Indoensia menang 1-0 atas Mauritius berkat Gol Evan Dimas di menit ke-89. Foto: Dery Ridwansah/ Jawa Pos

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIKARANG – Timnas Indonesia berhasil memetik kemenangan pada laga persahabatan melawan Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, kemarin malam. Memang kemenangan hanya tipis 1-0. Namun, hasil itu positif karena timnas hanya melakukan persiapan selama dua hari plus belum punya pelatih kepala.

Pelatih dari Spanyol Luis Milla sampai kemarin belum memutuskan untuk memperpanjang masa kerja bersama Merah Putih. Padahal, PSSI sudah menyodorkan kontrak baru. Sebagai gantinya, induk sepak bola tertinggi di Indonesia itu menggunakan Bima Sakti sebagai pelatih kepala. Dia didampingi Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy di posisi asisten.

Hasilnya memang cukup bagus. Timnas tetap bermain seperti ketika dipegang Milla. Hansamu Yama dkk sukses mendominasi permainan dan kerap membangun serangan mulai dari lini pertahanan.

Gol kemenangan Indonesia lahir dari sontekan Evan Dimas pada menit ke-89. Evan memanfaatkan tendangan keras Dedik Setiawan yang mental dan tak mampu dihalau dengan baik oleh penjaga gawang Mauritius Kevin Jean-Louis.

Asisten pelatih timnas Kurniawan Dwi Yulianto bersyukur dengan apa yang diraih anak asuhnya. Dia memang tidak melakukan banyak perubahan dalam tim. Dia tetap menerapkan strategi dan racikan yang selama ini digunakan oleh Milla. ”Coach Bima juga sering berkomunikasi dengan Milla sebelum pertandingan. Skuad yang ada saat ini juga merupakan bekas Asian Games 2018 dan hasil dari database milik Milla,” paparnya.

Yang terpenting dari pertandingan kemarin, kelebihan dan kekurangan timnas sudah terlihat menjelang Piala AFF November mendatang. Apalagi, Kurus–panggilan akrab Kurniawan Dwi Yulianto–menuturkan bahwa Mauritius bermain sangat baik. Compact defence dan pressing yang dilakukan pemain lawan memberikan banyak pelajaran untuk pemainnya.

”Pemain kami juga sabar sekali. Itu nilai plus ke depan. Kalau kami tidak sabar menghadapi pertahanan yang solid begitu, bola long pass banyak dilakukan. Namun, itu tidak terlihat di pertandingan tadi (kemarin, Red),” terangnya.

Kurniawan hanya berharap PSSI segera menunjuk pelatih baru. Bagi dia, dua bulan menuju Piala AFF bukanlah waktu yang lama. Banyak hal yang harus dipersiapkan. ”Idealnya memang harus sesegera mungkin. Tapi, syukur, timnas sudah punya fondasi yang bagus di U-23 yang turun di Asian Games 2018. Tinggal menambahi beberapa posisi yang dibutuhkan saja,” paparnya.

Striker legendaris Indonesia itu menegaskan siap jika ditunjuk sebagai pelatih timnas di Piala AFF. Kurniawan yang merasa gagal mempersembahkan prestasi bagi timnas ketika menjadi pemain ingin menebusnya dengan menjadi pelatih. ”Tapi, saya tidak terpikir untuk itu. Tetapi, kalau dipanggil negara, apa pun bentuknya, saya siap,” tegasnya.

Sementara itu, Evan Dimas berharap kemenangan kemarin tidak membuat rekan-rekannya berpuas diri. Piala AFF yang sudah dekat harus dilihat dengan sangat serius. Banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk nanti beradaptasi dengan pelatih baru atau jika Milla kembali. ”Saya rasa, meski nanti coach Kurniawan yang ditunjuk, juga tidak ada masalah, nggak beda dengan coach Luis. Sama,” kata pemain Selangor FA itu.

Sementara itu, pelatih Mauritius Francisco Filho mengatakan bahwa lawannya memang layak menang. Sebab, Indonesia bermain lebih bagus. Dia juga memuji permainan timnas Indonesia. Menurut dia, timnas Indonesia sudah memainkan sepak bola modern. ”Mereka tidak tergesa-gesa saat menyerang. Punya striker bagus dan bek yang kuat. Kecepatan dan variasi serangannya juga mengagumkan,” tutur pelatih kelahiran Sao Paulo, Brasil, itu. (rid/c11/nur/jpg)

loading...