106 Mahasiswa Analis Kesehatan Stikes BTH Lulus

51
0
Istimewa GEMBIRA. Mahasiswa Analis Kesehatan Stikes BTH Tasikmalaya foto bersama dosen di Lapangan Stikes BTH Tasikmalaya Rabu (7/8). Mereka dinyatakan lulus setelah sidang yudisium.

TASIK – Sebanyak 106 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada (Stikes BTH) Tasikmalaya mengikuti sidang yudisium D3 Analis Kesehatan Periode Agustus 2019 di Aula Stikes BTH Tasikmalaya Rabu (7/8). Hasil yudisium memutuskan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik.

Sidang yudisium periode 23 ini dihadiri oleh Kepala Prodi Analis Kesehatan Stikes BTH Tasikmalaya H Meti Kusmiati MSi, dosen prodi Analis Kesehatan serta para calon wisudawan D3 Analis Kesehatan Periode Agustus 2019.

Kepala Prodi Analis Kesehatan Stikes BTH Tasikmalaya H Meti Kusmiati MSi mengapresiasi mahasiswa yang mampu berjuang selama tiga tahun menuntut ilmu di Prodi Analis Kesehatan. “Perjuangan selama tiga tahun itu membutuhkan materil dan immateril yang tidak sedikit. Sehingga dari yudisium ini dimaknai sebagai perjuangan dan memberikan kebanggaan kepada keluarga,” kata dia kepada Radar, Jumat (9/8).

Setelah lulus, sambungnya, ia berharap mahasiswa bisa menjaga nama baik almamater. “Manfaatkan ilmu yang didapat untuk mengabdi kepada lingkungan dan masyarakat,” katanya. Ia pun berharap, lulusan mampu membuka lapangan pekerjaan dengan membuka laboratorium klinik baik mandiri atau bekerja sama dengan pihak lain.

Ia menambahkan, sebelum yudisium ini 106 mahasiswa mengikuti try out (TO) Uji Kompetensi Nasional dari Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (AIPTLMI). Dari TO tersebut muncul 5 mahasiswa dengan nilai terbaik yakni Via Fauziawati, Ai Sopiah, Hari Ramdani, Devi Safitri dan Amelia Iskandar.

Sebelum dinyatakan lulus dengan gelar Ahli Madya Kesehatan, sambungnya, mahasiswa menjalani proses panjang. Semester satu dan dua mengikuti proses belajar mengajar (PBM) dengan mata kuliah umum. Semester ketiga dan keempat mulai mempelajari materi analis kesehatan, kunjungan ilmiah dengan mengunjungi laboratorium klinik yang berada di daerah-daerah, salah satunya Yogyakarta.

Pada semester kelima mahasiswa mengikuti pra-praktik kerja lapangan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama tiga bulan dan perencanaan karya tulis ilmiah. Pada semester keenam ada ujian proposal, seminar praktik kerja lapangan (PKL), pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD). “Kita melakukan penelitian dari Januari sampai Juli. Setelah penelitian, diadakan sidang dan dilanjutkan uji kompetensi dari LSP BTH. Setelah semua rangkaian tersebut selesai, baru melakukan yudisium. Setelah itu mahasiswa dinyatakan lulus secara akademik,” katanya.

Setelah dinyatakan lulus, ada prosesi wisuda dan sumpah janji profesi. “Pada September nanti, lulusan akan mengikuti uji kompetensi nasional dari Kemenristekdikti,” katanya. Uji kompetensi ini diikuti lulusan untuk mendapatkan surat tanda registrasi (STR). “STR ini dibutuhkan lulusan untuk bekerja sesuai bidangnya,” katanya.

Dosen Wali Akademik Prodi Analis Kesehatan Stikes BTH Tasikmalaya Rochmanah Suhartati MSi mengatakan, mahasiswa Prodi Analis Kesehatan Stikes BTH Tasikmalaya nantinya akan menjadi profesional di bidang teknologi laboratorium medis “Kami berharap lulusan bisa memberikan kiprah terbaik untuk masyarakat dengan dasar-dasar ilmu yang dipelajari di laboratorium medis. Sehingga menjadi insan yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama,” katanya.

Ia menyebutkan, lulusan tak hanya dibekali dengan kompetensi akademik, tapi juga dibentuk karakternya melalui kegiatan pengajian hingga pelatihan emotional spiritual question (ESQ). dengan ESQ ini lulusan punya dasar tujuh budi utama yakni jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kerja sama, adil dan visioner. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.