Siap Kejar Target ODF Kota Tasik

94
0
BERDISKUSI. Tim Jawara ODF Menuju Sanitasi Aman beraudiensi dengan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman dan Sekretaris Daerah H Ivan Dicksan di Bale Kota Jumat (31/1). Firgiawan / radartasikmalaya.com

BUNGURSARI – Tim Jawara ODF Menuju Sanitasi Aman, yang terdiri dari perwakilan akademisi, Forum Kota Sehat, Resik Green Community dan Radar Tasikmalaya menyampaikan hasil kegiatan yang diselenggarakan 2019.

Tim diterima Wali Kota H Budi Budiman dan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan di ruang kerja Sekretaris Daerah, Jumat (31/1).

Baca juga : Banjar Bebas Stunting dan ODF Tahun 2020

Pada kesempatan tersebut, tim membeberkan progres pelaksanaan kegiatan Jawara ODF yang diselenggarakan Dinas Kesehatan bersama beragam stakeholder selama 2018 dan 2019.

Kegiatan tersebut sudah memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat.

“Masyarakat yang tadinya tidak tahu apa itu ODF, sekarang sudah mulai tahu, kemudian mulai mengaplikasikannya, salah satunya banyak yang sudah bikin jamban dan septic tank secara mandiri,” tutur salah seorang Tim Jawara ODF Tina Agustina.

Pihaknya menyampaikan sejumlah rekomendasi dalam upaya mempercepat target Kota Tasikmalaya menjadi Kota ODF pada 2022, yang juga bisa mencapai sanitasi aman pada Tahun 2024.

Salah satu rekomendasinya, yakni pembentukan Satgas ODF mulai dari tingkat kota, kecamatan sampai dengan tingkat kelurahan.

“Supaya program ini dapat terintegrasi dengan baik, kemudian pemberdayaan masyarakat terus meningkat. Itu hasil analisis kami dari data yang diperoleh di lapangan selama pelaksanaan kegiatan,” katanya memaparkan.

Percepatan untuk mengejar target tersebut, kata dia, tidak semata pembangunan fisik, melainkan harus dibarengi pemberdayaan masyarakat.

Sebab, tidak sedikit fasilitas yang sudah dibangun pemerintah justru terbengkalai, tidak dipelihara dengan baik. Bahkan beberapa sarana mengalami kerusakan, lantaran minimnya rasa memiliki.

“Akan tetapi apabila pemberdayaan masyarkat terus dipupuk, insyaallah akan tumbuh kesadaran masyarakat semakin baik,” harapnya.

Hj Atit Tajmiati, dari Forum Kota Sehat menyampaikan rekomendasi lain yang disampaikan Tim Jawa ODF, yakni pengalokasian dana kelurahan dalam mempercepat ODF.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui masih ada kelurahan yang belum mengalokasikan dana bagi program ODF.

“Di sisi lain ada yang sudah mengalokasikan dan jumlahnya cukup signifikan, di sisi lain juga ada yang belum mengalokasikan,” keluhnya.

Baca juga  : Dinkes: Lebih Cepat, Lebih Baik ODF-nya

Menurutnya, dengan percepatan ODF di Kota Tasikmalaya, maka akan berimbas pada capaian sanitasi aman.

“Kami juga berharap supaya ada evaluasi secara berkala dalam memonitor progres pencapaian ODF, bersama seluruh stakeholder terkait yang dipimpin langsung Pak Wali Kota,” sambungnya.

SNV Indonesia Kota Tasikmalaya Dadang Ahmad Hidayat mengatakan 2024, Kota Resik memiliki target capaian sanitasi aman di angka 25 persen.

Untuk mengejar pencapaian tersebut, dibutuhkan kebijakan kuat dari Pemkot.

“Kami pun merekomendasikan supaya Pemkot menerbitkan kebijakan penyedotan tinja berkala bagi masyarakat,” kata dia.

Herry Thoris, Tim Jawara ODF dari Resik Green Community menambahkan bahwa untuk percepatan ODF di Kota Tasikmalaya, perlu pengklasifikasian masyarakat.

“Mulai dari masyarakat tidak mampu sehingga harus dibantu secara menyeluruh, masyarakat yang memang dapat diberi stimulan saja dan mana masyarakat yang sudah mampu untuk membangun secara mandiri, pembuangan untuk tinja yang aman,” ujarnya memaparkan.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengapresiasi upaya Tim Jawa ODF memicu kesadaran publik, melalui beragam kegiatan.

Termasuk mengejar target Kota Tasikmalaya sebagai Kota ODF di 2022.

“Kita apresiasi program Jawara ODF yang sudah terlaksana. Kita harap ke depan terus dievaluasi sehingga semakin menarik dan intinya menyadarkan masyarakat pentingnya perilaku sehat,” ucapnya.

Menurutnya, Pemkot menyiapkan dari sisi infrastrukturnya, sehingga, program edukasi dan penyadaran publik gencar dilaksanakan, beriringan dengan fasilitas yang disediakan pemerintah melalui pembangunan.

“Kami sudah menginstruksikan supaya pada alokasi infrastruktur Dana Kelurahan yang berjumlah 60 persen, diarahkan untuk program ODF,” kata dia.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menambahkan dalam waktu dekat pihaknya bakal mengevaluasi bersama Bagian Pemerintahan dan Bappelitbangda, terkait rencana kegiatan yang akan dilaksanakan setiap kelurahan.

Termasuk, mendorong dinas terkait dalam mengejar program besar ODF muncul di Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang akan dihimpun pada setiap musrenbang.

“Ini waktu strategis dimana musrenbang untuk 2021 akan dimulai, (Dinas) Perwaskim, Dinas Kesehatan kita minta intens berkoordinasi mengejar target ini,” ujarnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.