Bupati Bertemu dengan Korban Alam Bencana

Siap Membantu Pulang Lagi ke Palu

35

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Bupati Ciamis Drs H Iing Syam Arifin membantu empat korban bencana tsunami dan gempa di Palu asal Ciamis. Orang nomor satu di Pemkab Ciamis ini menerima para korban di Pendopo Ciamis Kamis siang (18/10).

Empat keluarga korban bencana alam asal Ciamis itu, antara lain, Harun Saepudin. Dia asal Kecamatan Cihaurbeuti. Sehari-hari pedagang di Palu. Berikutnya, Arif Saeful Bahri. Dia bersama istri dan anaknya. Mereka berasal dari Kecamatan Cihaurbeuti. Sehari-hari dia berdagang di Palu.

Sedangkan Asep Saefulloh bersama istri dan anaknya. Asep sehari-hari menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Palu. Keluarga korban lainnya yaitu Sutoyo. Pria yang sehari-hari menjadi pedagang di Palu itu, berasal dari Sindangrasa Ciamis.

Bupati Ciamis Drs H Iing Syam Arifin menjelaskan warga Ciamis yang selamat dari korban gempa di Palu sempat menginap beberapa hari di pengungsian. Kemudian, mereka memutuskan kembali ke kampung halaman di Kabupaten Ciamis.

“Jadi mereka beruntung empat orang sekeluarga ini mendapat tumpangan pesawat Hercules ke Jakarta hingga bisa pulang ke kampung halaman,“ jelas Iing.

Sesampainya di Ciamis, mereka melapor secara resmi ke pemerintah. Pemkab Ciamis, kata Iing, memberikan dukungan kepada para korban. Termasuk akan membantu pemulangan ke Palu jika mereka sudah siap mental dan segalanya. “Pada intinya kami bersyukur mereka semua sekeluarga bisa selamat,” ucapnya.

Asep Saefulloh (40), salah satu korban selamat bencana alam Palu mengaku telah bekerja di Palu selama 12 tahun. Dia menjadi tenaga teknis pelabuhan tempat bongkar muat.

Jarak tempat bekerjanya ke laut tidak lebih dari 69 meter. Awalnya, dia merasakan gempa kecil. Lalu menjelang magrib saat mengendarai sepeda motor, dia merasakan kembali gempa. Kali ini besar.

”Saat itu saya hendak menunaikan salat magrib, naik sepeda motor terjatuh dari sepeda motor. Tidak bisa bangun lagi karena jalan bergelombang,“ jelas Asep kepada wartawan.

Dia lalu bergegas menuju ke mes. Dia melihat keluarga yang memang dekat degan lokasi kerja.

Asep melihat tsunami. Air laut naik. Bahkan mendekati mes. Dia bergegas. Asep membawa anak dan istrinya menggunakan sepeda motor. Alhamdulillah selamat.

Dia dan keluarganya kemudian menginap di pengungsian dulu beberapa hari. Lalu ikut tumpangan pesawat Hercules ke Makassar untuk ke Jakarta dan pulang ke Ciamis. “Untuk menenangkan diri. Karena, sudah ada anjuran juga dari pemerintah supaya kembali ke kampung halaman dulu,” ujarnya.

Di Palu, Sulawesi Tengah, kata Asep, ada puluhan warga asal Ciamis. Mereka umumnya adalah warga yang melakukan transmigrasi.

“Saya sementara ini tinggal di Ciamis, tapi tetap karena bekerja di sana bila sudah benar-benar stabil akan berangkat ke Palu. Tapi anak istri disarankan untuk di Ciamis saja. Lebih aman. Biar saya di sana,“ ujarnya. (isr)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.