Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Siap Perjuangkan Hak Buruh

32
0

BANJAR – Ketua DPD GMBI Kota Banjar Nesa Hadi akan ikut memperjuangkan nasib buruh di PT Albasi Priangan Lestari (APL). Dia miris dengan beberapa poin kebijakan perusahaan yang merugikan buruh, salah satunya soal besaran uang makan.

“Kami menyayangkan perusahaan dengan jumlah buruh ribuan itu masih memberikan uang makan yang tidak layak (Rp 3.500/hari). Saya sebut tidak layak karena dengan besaran itu tidak akan cukup memenuhi kebutuhan gizi para buruh,” kata Nesa Senin (12/8).

Ia menyayangkan hal itu. Padahal, kata dia, tanpa keberadaan buruh, tidak mungkin perusahaan bisa berjalan dan melakukan produksi.

“Kami akan mendukung langkah para buruh itu karena mereka berada di posisi yang tepat untuk mendapatkan haknya,” ucap dia.

Ditempat berbeda, Personalia PT APL Somantri mengatakan soal uang makan buruh memang masih berkisar di angka Rp 3.500 per hari. Itu sudah ada kenaikan dari sebelumnya.

“Kan awalnya tidak ada uang makan. Kami sebelumnya menyiapkan sekitar sembilan koki dan menyiapkan kantin. Para pekerja dikasih makan oleh perusahaan dengan menu yang berbeda setiap harinya. Namun karena tuntutan pekerja ingin diuangkan, akhirnya perusahaan menyetujui dan nominal uang makan jatuh di angka sekian,” katanya.

Ditanya apakah akan ada kebijakan perubahan besaran uang makan, Somantri belum bisa memastikan. “Kita belum bisa mengambil keputusan karena keuangan perusahaan sedang tidak stabil,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.