SIAP-SIAP.. Awal 2021, Warga Kota Tasik Divaksin

110
0
H Muhammad Yusuf Plt Wali Kota Tasikmalaya
Loading...

Kota Tasikmalaya di awal tahun 2021, tepatnya di bulan Januari akan memiliki vaksin Covid-19. Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengoordinasikan penyediaan vaksin tersebut terhadap sejumlah pemerintah daerah salah satunya Pemkot Tasikmalaya.

Plt Wali Kota Tasikmalaya, H Muhammad Yusuf mengatakan meski belum ada informasi spesifik dari Kemenkes maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia optimis Januari 2021, vaksin tersebut sudah bisa disebarkan ke masyarakat.

“Kita juga belum bisa memastikan kuota yang diberikan pusat seberapa banyak (jumlah vaksin, Red). Kita inginnya dalam jumlah cukup, supaya masyarakat yang rentan bisa divaksinasi,” kata Yusuf usai membuka Sosialisasi Tata Nilai di Aula Rumah Makan Sambel Hejo beberapa waktu lalu.

Pengaturan kuota distribusi vaksin sendiri, kata Yusuf, diatur pusat melalui provinsi. Nantinya Pemprov mendistribusikan ke setiap daerah, tentunya dengan parameter dan kebijakan sesuai kondisi zona daerahnya.

“Kita masih menunggu informasi lanjutan dari gubernur, berkenaan jumlah yang nantinya akan diterima Kota Tasikmalaya. Sasaran utamanya masyarakat umum. Sebab, vaksin ini bukan menghilangkan virus, tetapi meningkatkan imun agar tidak mudah terpapar Covid-19,” jelasnya.

Loading...

Dia berharap melalui vaksinasi masyarakat tidak terlalu riskan terinfeksi Covid-19. Namun, meski nantinya telah divaksin, diimbau masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Olahraga dan aktivitas lainnya yang menyenangkan juga bisa meningkatkan imun tubuh. Namun patuhi juga protokol kesehatan, agar kita tak terpapar virus atau bakteri lain,” harap Yusuf.

Untuk itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan sejumlah simpul masyara serta menyiapkan penyuluhan yang menjelaskan vaksin tersebut aman. Sebab sejak awal pembuatan vaksin, pemerintah tidak lepas dari masukan dan saran Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Jadi ini aman, masyarakat diharapkan partisipasi penuh secara sukarela untuk vaksinasi,” tuturnya.

DISEBAR DI FASKES
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mulai menyiapkan strategi vaksinasi. Sasaran akan diprioritaskan untuk kelompok usia rentan.

Baca juga : Diskominfo Kota Tasik Bantu Informasikan Penanganan Covid-19

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mulai menyosialisasikan pelaksanaan imunisasi Covid-19 kepada stake holder tingkat Kecamatan di Hotel Grand Metro, Selasa (8/12). Hal ini sebagai tahapan sebelum vaksinasi dilaksanakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan rencananya vaksin disebar di fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Tasikmalaya. Hal itu untuk waktu yang dibutuhkan lebih efektif. “Kalau satu pintu di Dinkes bisa menumpuk,” ungkapnya kepada Radar.

Namun strategi vaksinasi itu masih tetap dikaji oleh Satgas Penanganan Covid-19. Supaya pada teknisnya nanti tidak bertentangan dengan regulasi yang ada. “Masih kita kaji sambil menunggu arahan dari pusat, karena distribusinya kapan juga kami belum bisa pastikan,” terangnya.

Disinggung jumlah kebutuhan vaksin, idealnya berbanding dengan jumlah warga Kota Tasikmalaya. Namun sampai kemarin kuota jumlah vaksin yang akan diberikan pemerintah pusat belum muncul. “Tapi kita lihat nanti, karena itu bergantung kebijakan pusat,” terangnya.

Namun jika jumlah vaksin yang didapat terbatas, maka pihaknya akan menetapkan skala prioritas. Kelompok masyarakat yang cukup rentan terkena Covid-19 akan diutamakan menjalani vaksinasi. “Kelompok rentan di kita itu rentang usia 18 sampai 59, nanti kita pilah lagi lebih spesifiknya,” katanya.

Pihaknya berharap vaksin bisa segera didistribusikan sehingga pandemi ini bisa terlewati. Karena perkembangan kasus di Kota Tasikmalaya sudah melebihi batas kemampuan.

“Khususnya dalam hal sarana ruang isolasi, padahal yang di RSUD sudah kita tambah,” terangnya.

Disinggung intensitas pasien Covid-19 yang meninggal cukup sering terjadi, hal itu bukan karena tidak tertangani. Namun risiko dari banyaknya temuan maka potensi yang ketahuan meninggal pun bisa lebih banyak.

“Itu karena temuannya makin banyak, kalau tingkat kematian pasien di Kota tasikmalaya masih di angka 3%,” terangnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar menyebutkan pihaknya kembali mendapat koordinasi untuk pemakaman pasien dengan protokol khusus. Pihaknya pun langsung menurunkan petugas untuk melaksanakan proses pemakaman. “Hari ini ada satu pasien probable yang kita makamkan,” katanya.(rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.