Siapkan Konsep Khusus bagi Pelaku Usaha

17
0
BERKUNJUNG. Calon Bupati Tasikmalaya H Azies Rismaya Mahpud saat berkunjung ke salah satu peternakan di Jamanis Kabupaten Tasikmalaya, Rabu Siang (7/10).

TASIK – Banyak potensi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya memerlukan intervensi nyata pemerintah. Terutama di masa pandemi Covid-19, lesunya geliat perekonomian di berbagai sektor perlu langkah, jitu agar kegiatan usaha masyarakat tetap berjalan.

Hal itu disampaikan sejumlah pengusaha peternakan di wilayah Tasikmalaya Utara, ketika silaturahmi dengan H Azies Rismaya Mahpud.

Mereka menyampaikan, banyaknya peluang usaha untuk dikembangkan dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong kesejahteraan. Tetapi belum ditangani dengan serius.

“Para pengusaha menyampaikan bahwa mereka ingin adanya perubahan yang signifikan dalam usaha mereka. Apalagi di masa pandemi yang melemahkan laju ekonomi,” ujar juru bicara H Azies, Ustaz Iri Syamsuri usai pertemuan dengan para pengusaha Tasik Utara di Rumah Makan Pananjung Kecamatan Jamanis, Rabu (7/10).

Ia menceritakan di wilayah Tasikmalaya Utara, Khususnya Keca­matan Jamanis dan Rajapolah banyak pelaku usaha yang perlu didorong dari sisi produktivitas, pengembangan, sampai pemasaran dan pembinaan sumber daya manusia.

Supaya jenis usaha yang potensial di wilayah itu, bisa berjalan kontinyu dari generasi ke generasi dan semakin pesat. “Berhubung Pak Azies background-nya pengusaha, mereka menitipkan amanah ini. Berharap ketika memimpin bisa mewujudkan cita-cita para pelaku usaha,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, ia berkeliling ke beberapa titik tempat usaha warga. Mulai dari peternakan sapi milik H Agus di Kecamatan Jamanis, peternakan ayam telur di Kampung Tonjong juga pabrik pengolahan biji plastik.

“Pak Azies sambil melihat-lihat peternakan dan mendengarkan apa yang dibutuhkan para pengusaha. Mereka yakin, Pak Azies tentu bisa melihat peluang itu dari kacamata pela­ku usaha yang sukses,” tuturnya.

Azies dan rombongan pun menyambangi tempat produksi kerajinan tangan H Dandi di Rajapolah. Di sana ia melihat industri kreatif potensial untuk dikembangkan.

Sebab, bagi beberapa segmentasi pengunjung yang melintas ke area Rajapolah, cukup mengenal kerajinan tangan dan oleh-oleh khas Tasikmalaya di sentral industri kreatif tersebut.

“Nah Pak Azies menilai perlunya pembinaan SDM, supaya usaha kerajinan tangan ini bisa diregenerasikan ke generasi saat ini. Selain tradisi, Rajapolah dikenal pusat oleh-oleh bagi pengunjung luar daerah,” ujar Ustaz Iri.

Selain itu, Azies pun menyiapkan konsep dalam pengembangan usaha tersebut. Sebab, pelaku usaha jenis ini kerap mengeluhkan kurangnya dukungan atau fasilitasi dari pemerintah, padahal industri kreatif memiliki magnet tersendiri apabila dipasarkan secara gencar.

“Jadi insya allah sudah terpikirkan dalam pengembangan sejumlah unit usaha yang sudah dijalankan masyarakat Tasik Utara ini. Mulai dari peningkatan produktivitasnya, pemasarannya sampai pengelolaan sumber daya manusia agar industri dan usaha itu kontinyu generasi ke generasi,” harap dia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.