Siapkan Tim Psikolog Atasi Trauma

1

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut akan menyiapkan tim psikolog untuk membantu warga Garut yang pulang dari Palu.

Psikolog itu untuk mengatasi trauma para korban selamat pascagempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bupati dan sip menyiapkan tim psikolog,” ujar Ketua P2TP2A Kabupaten Garut Hj Diah Kurniasari kepada wartawan Jumat (5/10).

Menurut dia, tim psikolog perlu disiapkan karena pihaknya melihat banyak masyarakat Garut yang sudah pulang dari Palu mengalami trauma.

“Kita lihat saat pemulangan gelombang pertama oleh Polres Garut, banyak yang trauma. Mereka masih takut walau saat ini sudah di kampung halaman,” jelasnya.

Tim psikolog yang akan diturunkan P2TP2A akan dipimpin oleh Dra Yuli Sulistiawati MPsi, seorang psikolog dari Bandung yang telah biasa turun ke lokasi-lokasi bencana, mulai dari gempa dan tsunami di Aceh, Bengkulu, Padang hingga terakhir di Lombok.

“Kita memang telah lama kerja sama dengan Biro Konsultasi Psikologi Westaria Bandung, mereka sudah cukup pengalaman,” katanya.

Rencananya, kata dia, program pshycology trauma healing akan digelar secara massal di Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi. Itu agar lebih memudahkan para korban.

“Kita jemput bola saja ke tempat mereka tinggal. Jadwalnya nanti tim dari pemda yang mengatur,” paparnya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Informasi dan Kehumasan Diskominfo Kabupaten Garut Ricky Rizky Darajat mengatakan Pemkab Garut sampai saat ini masih terus memfasilitasi pemulangan warga Garut dari Palu.

Sampai saat ini sudah ada 46 korban gempa Palu asal Kabupaten Garut sudah kembali ke kampung halaman.

Tim dari Pemkab Garut juga sudah membuka posko di Bandara Halim Perdanakusuma. “Untuk yang sudah terdata itu baru ada 91 orang,” ujarnya.

Pihaknya juga terus melaku­kan pencarian informasi terkait keberadaan warga Garut di Palu.

“Tim masih terus mendata dan mencari informasi. Sampai saat ini kami belum menerima informasi terkait korban jiwa dari masyarakat Garut,” paparnya. (yna)

loading...