Siapkan UKM Bersaing di Industri 4.0

157
0
PELATIHAN. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman bersama tim dari HKSP dengan UNDP saat Opening Ceremony Pelatihan UKM di Galunggung Ballroom City Hotel Senin (11/3).
Loading...

TASIK – Revolusi industri 4.0 menjadi peluang emas bagi UKM untuk meningkatkan kinerja usahanya. Hal itu diungkapkan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat acara Opening Ceremony Pendidikan Peningkatan Produktivitas Industri Kecil dan Menengah di Galunggung Ballroom City Hotel Senin (11/3).

“Era Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan sekaligus peluang,” tegas Budi.

UKM harus berbenah diri dengan melakukan pembenahan di sisi sumber daya manusia (SDM) agar kompeten dan mampu mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi. “Kualitas dan kapasitas produk pun harus ditingkatkan. Jangan ketinggalan model. Tiada hari tanpa inovasi,” katanya.

Menurut dia, memasuki era Industri 4.0 perubahan terjadi semakin cepat, UKM harus memanfaatkan peluang ini. “Ikuti teknologi yang ada, pasarkan produk secara online. Tingkatkan kreativitas agar tidak ketinggalan,” imbaunya.

Peningkatan kapasitas UKM ini penting, kata Budi, sebab UKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain jumlahnya yang sangat besar UKM juga menyerap tenaga kerja paling banyak.

“Di Tasik ada sekitar 3.500 unit UKM yang mampu menyerap 40 ribu tenaga kerja. Industri kreatif ini menjadi kekuatan ekonomi di Tasikmalaya. Kita punya produk unggulan handy craft seperti bordir, kelom, mendong, payung geulis, batik, olahan tas. Produk kulinernya pun tak kalah beragam,” paparnya.

Sementara itu, kegiatan Pendidikan Peningkatan Produktivitas Industri Kecil dan Menengah ini hasil kerja sama PT Hasta Karya Sukapura (HKSP) dengan United Nations Develoment Programe (UNDP).

Loading...

Ketua Pelaksana Acara Deri Daswara mengatakan kemitraan antara PT HKSP dengan UNDP ini dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembimbingan terhadap pelaku industri kecil dan menengah. Pelatihan akan dilakukan berkelanjutan hingga Agustus 2019.

“Pelatihan kali ini diikuti lebih dari 100 peserta. Terdiri dari pelaku UKM dan tenaga kerja,” katanya. Pelaku UKM diberikan pelatihan manajerial, sedangkan tenaga kerja diberikan pelatihan skill. “UKM yang kita bina ini terdiri dari lima bidang yakni alas kaki, kerajinan batik, bordir, bambu dan tas,” katanya. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.