Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.4%

20.4%

8.4%

66.9%

Sidik: Tutup Supermarket Jika Bahayakan Warga & Langgar PSBB Kota Banjar

2757
4

BANJAR – Pemerhati Pemerintah Kota Banjar, Sidik Firmadi meminta aparat dan pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha supermarket, yang tidak memerhatikan SOP Kesehatan Covid-19.

Ledakan pengunjung terjadi, kata dia, karena banyaknya keringanan yang diberikan pemerintah bagi pelaku usaha tanpa dipikirkan resikonya bagi warga.

“Pemerintah harus tegas! Ini jelas terjadi di depan mata kita semua, masa mau dibiarkan saja seperti itu?,” tegasnya.

Berita terkait : Pengunjung Supermarket di Kota Banjar Membludak, Antrean Hingga Jalan Raya

“Jika perlu lakukan penutupan sementara, untuk tempat belanja yang berpotensi mendatangkan orang banyak dan berkerumun seperti itu. Ini bahaya. Gimana mau memutus mata rantai covid-19 kalau seperti ini kondisinya,” sambung Sidik.

Selain antrean yang mengular hingga ke jalan raya, pengunjung juga nampak memadati area belanja di dalam supermarket.

Bahkan situasi miris terjadi tatkala seorang ibu membawa bayi, sementara yang menggunakan masker hanya ibunya saja.

“Di yogya deptstore banyak orang belanja. Ampun ada ibu2-ibu bawa bayi gak dimasker. Ibunya aja yang pakai masker,” ungkap Wati, warga yang sempat melihat kerumunan orang-orang yang belanja.

(Cecep Herdi/Radar Tasikmalaya)

loading...

4 KOMENTAR

  1. Harus nya supermarket di tutup yg dpt mendatangkn kerumunan…srdangkn toko2 kecil klh yg sepi harus dj tutup..apa g salah?supermarkey yg dpt mendayngkn kerumunan di suruh buka..?

  2. Yg salah siapa? Yg berjualan ato pembeli? Yg kurang disiplin siapa?? Management supermarket nya ato pembeli??

  3. Kenapa supermarket yg begitu berdesakan nya di biarkan bebas, TPI masjid yang teratur dan jamaah nya pun suci dan bersih harus di tutup sungguh aneh aturan saat ini!!!!

  4. Yang jelas kurang tegas penindakanya.
    Masihpandang bulu.
    Mungkin pemerintah atau aparat tidak berani karena menghasilkan pajak besar tapi resiko juga besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.