Sigesit 119 Andalan Warga Kabupaten Tasikmalaya

1372
0
PELUNCURAN SIGESIT. Bupati H Ade Sugianto saat meluncurkan layanan gawat darurat Sigesit 119 Rabu (26/2). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Mewujudkan masyarakat sehat, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto meluncurkan layanan gawat darurat melalui program Sigesit 119. Program tersebut dikelola Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya.

“Sigesit 119 ini merupakan sistem terpadu penanganan kondisi kedaruratan dalam bidang kesehatan. Sejalan dengan agenda ke lima Nawa Cita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia,” ujar Bupati kepada wartawan, Rabu (26/2).

Baca juga : Ibunda Almarhum Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Minta Pelaku Dihukum Mati

Ade mengatakan, Sigesit 119 berupa call center bebas pulsa. Pasien hanya perlu memijit 119 kemudian utarakan keluhannya. Nantinya tim Sigesit 119 mengolah keluhan serta segera ditindaklanjuti penanganannya.

Kondisi kegawatdaruratan, ujar Ade, terbagi dalam tiga triase. Diantaranya, triase merah yaitu kondisi pasien gawat darurat harus segera dijemput, triase hijau yaitu kondisi pasien tidak gawat tidak darurat dan triase kuning yaitu kondisi pasien gawat tidak darurat.

Ade menjelaskan, semua triase ditangani di tempat terlebih dahulu. Untuk dan triase merah dirujuk ke rumah sakit, apabila puskesmas tidak mampu menangani. Triase hijau ditangani di tempat dan triase kuning dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Sigesit 119 ini memiliki 5 orang dokter yang berfungsi sebagai konsulen untuk memberi konsultasi dan penanganan atau pertolongan pertama. Dibantu perawat yang terdiri dari wilayah Singaparna dengan 24 perawat yang di dampingi oleh 1 orang tenaga administrasi,” kata Ade.

Pelayanan call center Sigesit 119, terang Ade, siap siaga selama 24 jam. Pelayanan kedaruratan dapat di tempat kejadian perkara (TKP) dengan syarat aman lokasi, aman pasien, dan aman petugas. Pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit terlebih dahulu ditangani di tempat kejadian, dimana kedaruratan ini termasuk persalinan.

Kabupaten Tasikmalaya, kata Ade, memiliki 39 kecamatan dengan 40 puskesmas dan dibagi empat titik pusat pelayanan keselamatan terpadu, yaitu meliputi wilayah Singaparna, Ciawi, Cikatomas, dan Cipatujah. Tiap titik mencakup 10 wilayah puskesmas dan terdapat ambulans di 4 titik tersebut. Pada setiap puskesmas dibentuk tim layad rawat dan setiap puskesmas tersedia 1unit ambulans motor.

“Diharapkan warga Kabupaten Tasikmalaya pengguna Sigesit 119 ini dapat mengamankan lokasi dan tidak sembarangan memperlakukan pasien, karena ada teknik khusus pemindahan pasien untuk meminimalisasi salah penanganan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Heru Suharto, mengatakan pelayanan Sigesit 119 pada prinsipnya penyelamatan sebagai utama dan pelayanan kedaruratan. Bagi warga yang ingin menggunakan pelayanan Sigesit 119, diutamakan sifatnya yang memerlukan pertolongan segera seperti, kecelakaan lalu lintas, serangan jantung, stroke, kecelakaan kerja yang cukup parah dan lain-lain.

Tim Sigesit 119 berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan mencakup puskesmas dan rumah sakit serta memastikan kesiapan puskesmas dan rumah sakit menerima pasien.

“Diharapkan dengan kehadiran Pusat Pelayanan Kesehatan Terpadu Sigesit 119 di Kabupaten Tasikmalaya dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarkat dalam memperoleh pelayanan kegawatdaruratan di bidang medis yang bermutu, mudah diakses dan terpadu,” kata Heru. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.