Sikap Acuh Lion Air ke Keluarga Korban Tak Dapat Dibawa ke Ranah Hukum

11

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Teluk Kerawang pada, Senin (29/10) lalu mengklaim Lion Air cuek alias tidak peduli. Mereka pun sepakat membawa masalah itu ke ranah hukum.

Menanggapi masalah ini, anggota Komisi III DPR-RI Fraksi Nasdem Taufiqulhadi mengatakan, masalah yang dialami oleh keluarga korban bencana saat ini tidak bisa dibawa ke ranah hukum. Karena tidak ada dasar hukum yang kuat untuk menggugat pihak perusahan Lion Air.

“Itu adalah persoalan tidak peduli. Tidak ada dasar hukum untuk di bawah ke ranah hukum. Jadi itu kita sayangkan. Kalau ada yang merasa tidak dipeduli, itulah sesuatu bencana buat kita, buat bangsa Indonesia,” kata Taufiqulhadi kepada Fajar Indonesia Network di Gedung DPR-RI, Selasa (6/11).

Dikatakan politisi Nasdem ini, tragedi kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang menewaskan 189 orang itu harus mendapatkan perhatian serius dari pihak perusahan transportasi, dalam hal ini Lion Air. Karena hal itu lebih pada etika bermasyarakat dan kepudilian antar sesama.

“Bagaimana sebuah tragedi yang sedemikian rupa, tapi tidak ada perhatian sama sekali. Ini adalah tragedi bagi kita dalam konteks berbangsa dan bernegara. Dalam konteks etika kita dalam bermasyarakat, dasar kita adalah kepedulian. Karena itu adalah basis kita, basis tersebut yang kemudian membuat kita dan terbentuk sebuah negara Indonesia,” ucapnya.

Menurut Taufiqulhadi, keluhan dari pihak keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air ini sangat disayangkan, meski kebenaran keluhan itu belum diketahui secara detail.

Tetapi, selaku perusahan maskapai harus memberikan perhatian serius kepada korban. Namun, dalam konteks masalah ini, tidak dapat dibawa ke ranah hukum.

“Ada kelompok yang semestinya memberikan perhatian, tidak memberikan perhatian. Tapi  sama sekali ini tidak bisa dibawah ke ranah hukum. Tidak bisa karena dasarnya apa?,” jelasnya.

“Saya dengar bahwa perusahan Boeing ini awal sudah mengidentifikasikan  ada problem mesin. Tetapi kenapa tidak tarik,” tambahnya.

Parahnya, kata taufiqulhadi, pesawat Lion Air JT-610 yang hendak menuju Pangkalpinang ini sebelumnya mengalami masalah mesin saat terbang dari Bali ke Jakarta. Namun pihak perusahan tak mempedulikan masalah tersebut.

“Karena itu, saya menyerukan kepada bangsa Indonesia untuk menggugat perusahan itu. Kami akan mendukung apapun yang dilakukan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menuturkan, dalam masalah ini pihak perusahan Lion Air telah memberikan asuransi kepada keluarga korban sebesar Rp 1,5 miliar per satu korban. Bahkan, Pemerintah begitu serius memberikan perhatian kepada bencana jatuhnya pesawat Lion Air tersebut.

“Harus diketahui bahwa satu keluarga mendapat Rp 1,5 miliar dari Perusahaan, asuransinya. Menurut saya, bukan membandingkan. Ini adalah skema menurut saya lebih dari skema-skema sebelumnya, dan perhatian Presiden full di musibah ini. Tiga kali kunjungan ke lokasi, dan bahkan yang menolongpun menjadi korban,” kata Eva Sundari kepada Fajar Indonesia Network.

Dikatakan Eva, pihak Lion Air pasti memberikan perhatian serius kepada keluarga korban. Tetapi hal tersebut membutuhkan waktu untuk ditangani hingga tuntas.

Eva menyarankan agar pihak keluarga korban melaporkan ke Kementerian Perhubungan, jika ada masalah-masalah yang dihadapi.

“Kalau itu tidak, karena pasti dilakukan pengawasan, kemudian membutuhkan waktu. Jadi kalau mendapatkan pelayanan tidak baik, bisa langsung ke Menhub untuk mengklaim masalah tersebut. Tapi keputusan sudah sangat responsip pada korban, tinggal pelaksaan dan pengawasan saja,” tutup Eva Sundari.

(RBA/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.