Bayi Mati karena DBD, Para Kepala Puskesmas di Kota Banjar Dikumpulkan

106
0
RAPAT TERBATAS. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjar Edi Rustandi SKM, MSi saat melaksanakan rapat bersama kepala puskesmas di ruang rapat Senin (13/1). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
RAPAT TERBATAS. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjar Edi Rustandi SKM, MSi saat melaksanakan rapat bersama kepala puskesmas di ruang rapat Senin (13/1). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Kota Banjar mengumpulkan kepala puskesmas di ruang rapat Dinkes Kota Banjar Senin (13/1).

Pada rapat terbatas itu salah satunya dibahas mengenai adanya korban meninggal dunia diduga akibat demam berdarah dengue (DBD).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjar Edi Rustandi SKM, MSi menginstruksikan seluruh kepala puskesmas menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bersama masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab DBD.

“Dengan PSN bisa memutus mata rantai penyebaran nyamuk penyebab DBD yaitu aedes aegypti, mulai dari telur, jentik hingga nyamuknya,” ujarnya usai rapat terbatas kemarin.

Menurut dia, PSN harus dilakukan secara menyeluruh di tiap RT RW. Tidak boleh terputus-putus.

Baca : Bayi di Banjar Meninggal Diduga karena DBD

“Misal, di sini dilakukan, di wilayah lain tidak, yang ada nanti nyamuknya terbang ke sana,” kata dia.

PSN, kata dia, harus dilakukan tidak hanya oleh instansi terkait, tapi juga oleh seluruh elemen masyarakat.

“Mudah-mudahan penyebaran nyamuk aedes aegypti bisa di-cut,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterimanya, saat ini ada dua pasien diduga penderita DBD yang masuk ke rumah sakit. Keduanya merupakan warga Langensari. “Mudah-mudahan tidak sampai DBD,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.