Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis

Sikapi Pergantian Nama Ciamis

207
0
DEBAT PUBLIK. Pasangan Herdiat-Yana dan Iing-Oih mengikuti debat publik yang diselenggarakan KPU di Gedung Islamic Center Selasa (8/5).
Loading...

CIAMIS – Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Ciamis mengikuti debat publik yang diselenggarakan KPU di Gedung Islamic Center Ciamis Selasa (8/5). Yakni Pasangan Dr H Asep Herdiat Sunarya-Yana D Putra dan pasangan Drs H Iing Syam Arifin-Oih Burhanudin.

Debat diawali dengan penyampaian visi misi dan program yang akan dijalankan masing-masing kandidat. Beberapa diantaranya adalah upaya meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam debat tersebut ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan penonton. Diantaranya pertanyaan dari seorang mahasiswa tentang perubahan nama Kabupaten Ciamis menjadi Tatar Galuh: Apakah pasangan calon akan mengakomodir permintaan pergantian nama itu atau tidak?

Pertanyaan itu langsung dijawab Yana D Putra. Dia mengaku akan menampung usulan itu sebagai sebuah aspirasi. Namun, dia menegaskan penggantian nama daerah bukan perkara mudah. Tidak seperti membalikan telapak tangan.

“Ini perlu proses yang perlu dilalui. Itu tergantung mayoritas masyarakat Ciamis sendiri. Ketika banyak yang menginginkan yang ingin mengembalikan nama Ciamis ke Galuh lagi, kita akan setuju,” ungkapnya.

Loading...

Jawaban serupa disampaikan Dr H Asep Herdiat Sunarya, pasangan Yana. Herdiat mengaku akan menuruti keinginan masyarakat. Namun untuk perubahan nama daerah, menurutnya dibutuhkan kajian akademik dan sejarah yang mendalam.

“Perubahan nama ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi, pada intinya kami akan setuju jika masyarakat menghendaki. Kita akan ikuti keinginan masyarakat,” tuturnya.
Tidak jauh berbeda dengan pesaingnya, Drs H Iing Syam Arifin juga mengaku akan menyikapi permintaan penggantian nama daerah itu. Sebab, keinginan tersebut sudah bergulir dan menjadi opini di masyarakat.

“Kita harus mengupayakan dengan konkrit. Seperti kajian. Baik secara profesional atau secara akademisi, (agar) bisa memberikan kejelasan tentang perubahan (nama daerah) itu.

Langkahnya cukup panjang, karena akan ada perubahan ratusan item di status pemerintahan yang harus dirubah,” paparnya. Sementara pasangan Iing, Oih Burhanudin tidak berkesempatan menjawab pertanyaan karena kehabisan waktu.

Ketua KPU Ciamis Kikim Tarkim mengatakan debat publik pasangan calon kepala daerah merupakan amanat dari Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye yang Difasilitasi KPU.

“Kami telah berikhtiar agar debat publik terjadi dalam suasana beda dan tersaji dan diliputi penuh kegembiraan,” katanya.

Dia berharap dari debat publik itu masyarakat dapat menilai dan menentukan pilihan pada tanggal 27 Juni nanti. Sedangkan kepada kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati, Kikim meminta mereka memanfaatkan momen tersebut untuk meyakinkan 920.858 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di 27 kecamatan.

“Berkompetisilah secara sehat dan berikan demokrasi yang baik. Raihlah simpati masyarakat yang baik dengan visi dan misi untuk mensejahterkan masyarakat Ciamis yang umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” pintanya.

Dari pantauan Radar, secara keseluruhan debat berjalan lancar. Meski, moderator sempat beberapa kali menegur para pendukung dan simpatisan kedua pasangan calon kurang menaati tata tertib. Mereka bersorak dan bertepuk tangan saat kandidat menyampaikan paparan program yang akan dijalankan. Padahal, mereka sudah diberitahu peraturannya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.