Simulasi Vaksin Covid-19 di Manonjaya Tasik

45
0
ISTIMEWA SIMULASI. Puskesmas Manonjaya menggelar simulasi sekaligus sosialisasi terkait vaksinasi Sinovac Covid-19, Jumat (22/1).
Loading...

UNIT Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya menggelar simulasi pemberian vaksinas Covid-19 sebagai langkah persiapan kegiatan vaksinasi tahap pertama.

Kepala UPT Puskesmas Manonjaya H Ijang Budiana Nur SKM MKM mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk kesiapan dalam melakukan vaksinasi Covid-19. Rangkaian tahapan diperagakan dalam simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Manonjaya. Salah satunya warga wajib cek suhu tubuh sebelum melakukan vaksin.

“Warga yang akan divaksin wajib mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan. Kemudian mereka yang telah divaksin nantinya akan mendapatkan kartu vaksinasi Covid-19,” ujarnya kepada Radar, Jumat (22/1).

Baca juga : Puluhan Rumah Rusak Dihempas Angin Kencang di Kota Tasik

Pelaksanaan simulasi tersebut, kata Ijang, dilakukan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan standar operasional prosedur (SOP) dari Kementrian Kesehatan. Para petugas kesehatan ini terlihat serius memperhatikan setiap tahapan. Mulai dari pasien datang, mendaftar, menunggu antrean, penyuntikan dan observasi.

loading...

Warga yang telah tiba di puskesmas wajib menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menunggu antrean dengan jaga jarak dan sebagainya. Mereka tinggal mengikuti urutan seperti untuk verifikasi data. Di situ, petugas akan mencocokkan NIK pada KTP kepada petugas.

Apabila sudah clear, kata dia, dilakukan screening seperti pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, penyakit bawaan dan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh petugas sesuai dengan blanko screening diaplikasi.

Kemudian, kata dia, masuk ke tahap vaksinasi atau penyuntikan vaksin dan selanjutnya akan dilakukan pencatatan dan pelaporan. Di situ, sasaran akan mendapatkan kartu imunisasi yang menunjukkan jika ia sudah divaksinasi.

“Sementara kami masih menunggu data sasaran yang muncul. Jika didaftarkan, semua karyawan PKM terlebih dahulu. Pasalnya data sasaran pusat atau Komite Penanggulangan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang menentukan,” ucapnya.

Simulasi ini terang Ijang, nantinya petugas tidak kaku saat pelaksanaan karena imunisasi Covid-19 ini baru pertama kali. Saat simulasi terlihat ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sehingga saat pelaksanaan nanti tidak sampai ada masalah. Simulasi vaksinasi Covid-19 ini melibatkan seluruh pegawai puskesmas. Semua pegawai memperhatikan dengan seksama agar benar-benar bisa memahami teknis dan alur vaksinasi Covid-19 nantinya.

Ijang bersyukur simulasi berjalan lancar, berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nanti juga bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan. Nantinya petugas kesehatan akan memberikan penjelasan-penjelasan agar masyarakat lebih mengerti tentang bagaimana untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

“Kemudian masyarakat tidak perlu takut dengan pemberian vaksin ini. Jangan percaya dengan kabar-kabar yang tidak jelas,” ujarnya, menjelaskan.

Lanjut Ijang, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin ini, karena nanti ada beberapa hal yang tidak memperbolehkan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi. Terutama yang menderita hipertensi, kencing manis, jantung, ginjal dan asma.

Itu adalah kategori yang tidak bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. “Jadi tidak semua orang bisa diberi vaksin. Mereka harus melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi siap untuk divaksin,” kata Ijang menambahkan. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.