Simulasikan Penyelamatan Korban Tenggelam di Ciamis

68
0
LATIHAN. Anggota Tagana Kabupaten Ciamis latihan pemantapan water rescue bersama Pramuka, Menwa dan RAFI Ciamis di Situ Singap Raya Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis, Rabu (9/12). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA
LATIHAN. Anggota Tagana Kabupaten Ciamis latihan pemantapan water rescue bersama Pramuka, Menwa dan RAFI Ciamis di Situ Singap Raya Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis, Rabu (9/12). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis mengadakan latihan bersama dengan Menwa Unigal, Pramuka dan RAPI dalam simulasi penyelamatan korban tenggelam di air, Rabu (9/12). Latihan water rescue itu dilaksanakan di Situ Singap Raya Dusun Karangsari Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis.

Ketua Tagana Kabupaten Ciamis Ade Waluya menyampaikan bahwa telah mengadakan pemantapan latihan Tagana bersama Menwa Unigal, Pramuka dan RAPI untuk simulasi penyelamatan korban di air (water rescue).

“Latihan itu bertujuan menangani masalah-masalah strategis menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa dan mengasah kemampuan Tagana dalam evakuasi korban banjir atau penyelamatan manusia yang terjebak banjir atau terbawa arus,” ujarnya.

Dalam latihan itu seluruh anggota Tagana mengikutinya. Termasuk Menwa Ungal, Pramuka dan RAPI.

“Kita melakukan ini supaya lebih paham dalam cara-cara penangan bencana terutama dalam persoalan penyelamatan di air,” ujarnya memaparkan.

Loading...

Baca juga : Warga Garut Edarkan Upal Rp100 Ribu di Sindangkasih Ciamis, Babak Belur Dimassa

Ade menyampaikan bahwa di Kabupaten Ciamis selain rawan bencana alam longsor, angin puting beliung Ciamis juga memiliki banyak lokasi-lokasi yang sering banjir. Diantaranya Kecamatan Panumbangan, Banjaranyar, Purwadadi, Pamarican dan Banjarsari. Untuk itu Tagana harus mampu melakukan penanganan segala medan tentang kebencanaan. Jadi bukan hanya water rescue, namun tentang penyaluran logistik, penanganan evakuasi longsor dan berbagai kebencanaan lainnya.

“Latihan kita bagaimana cara cepat menyelamatkan jiwa manusia serta harus siap siaga kapan pun di mana pun siaga selama 24 dan harus siap gerak cepat,” ujarnya.

Anggota Tagana Kabupaten Uju Suparman menjelaskan, pihaknya tentunya bersyukur bisa mengikuti latihan tentang penyelamatan korban di air. Karena melatih kembali materi yang sebelumnya sudah diberikan, sehingga bisa terasah kembali.

“Bagaimana cara penyelamatan korban yang terjebak banjir atau tenggelam. Bila sudah terlatih, bila ada kejadian tidak akan ragu lagi cara menyelamatkan korban tenggelam,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.