Sindiran Jokowi Banyak Politisi Sontoloyo Ditujukan ke Siapa?

14
Ace Hasan Syadzily

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Rakyat Indonesia kembali disuguhkan dengan pernyataan kontroversial Presiden Joko Widodo.

Jokowi menyebut banyak politisi sontoloyo di negeri ini. Pernyataan ini langsung disambut baik oleh politisi Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily.

Menurut Ace Hasan, politikus sontoloyo adalah politisi yang menghalang-halangi upaya Pemerintah dalam rangka mensejahterakan rakyat Indonesia.

Tak sampai di situ, anggota Komisi X DPR-RI ini pun mengaitkan politikus sontoloyo ini dengan sikap kubu oposisi yang menghalangi kebijakan Presiden Jokowi untuk menyalurkan dana kelurahan di tahun 2019.

“Politikus sontoloyo adalah politisi yang menghalang-halangi upaya Pemerintah dalam rangka mensejahterakan rakyat. Konteksnya ketika dana kelurahan yang seharusnya disetujui oleh berbagai pihak. Karena itu adalah upaya untuk melakukan pemerataan keadilan anggaran yang selama ini dinikmati oleh masyarakat desa, dan di kelurahan pun juga seharusnya mendapatkan porsi yang sama. Karena masalah yang dihadapi di pedesaan sama juga dengan apa yang dialami oleh masyarakat di perkotaan,” papar Ace Hasan di Gedung DPR-RI, Rabu (24/10).

Dikatakan Ace Hasan, dalam kebijakan dana kelurahan ini ada politisi-politisi yang mencoba untuk menghalangi dan menuduh kebijakan tersebut syarat dengan kepentingan politik.

“Nah, ada pihak-pihak bahkan ada politisi-politisi yang mencoba untuk menghalangi upaya untuk mensejahterakan rakyat, dengan menuduh bahwa kebijakan itu demi kepentingan politik,” ujarnya.

Ace Hasan pun membenarkan pernyataan Presiden Jokowi soal politikus sontoloyo itu ada di kubu Prabowo-Sandiaga, yang secara terang-terangan menghalangi kebijakan dana kelurahan ini.

Padahal, tujuan dari penyaluran dana kelurahan ini untuk kesejahteraan rakyat di tingkat kelurahan, seperti yang dinikmati oleh masyarakat pedesaan.

“Tentu, karena tujuan apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi itu sesungguhnya adalah upaya untuk mensejahterakan rakyat tidak pada tempatnya. Jika upaya untuk kesejahteraan rakyat, menciptakan pemerataan keadilan anggaran itu kemudian dihalang-halangi, dengan cara mengatakan bahwa ini adalah upaya untuk menarik hati rakyat. Memang politik itu tujuannya untuk menarik hati rakyat,” jelasnya.

Ace Hasan tak menampik jika dana kelurahan yang diusulkan oleh Presiden Jokowi tak lepas dari keinginan mengambil hati rakyat.

“Tentu kalau rakyat senang, rakyat akan menerima kita semua sebagai politisi. Jadi Pak Jokowi ingin mengatakan bahwa politik adalah jalan menuju kebaikan. Karena apapun upaya untuk mensejahterakan rakyat jangan dihalang-halangi,” terangnya.

“Kritik tidak ada masalah, tetapi yang jadi masalah adalah kalau kritikan itu dilandasi prasangka buruk terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah. Saya kira kita harus objektif dalam melihat apa yang menjadi kebutuhan bangsa hari ini. Apa yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi menciptakan kesejahteraan rakyat. Jangan dinilai sebagai untuk pencitraan, bukan semata-mata soal itu. Kalau rakyat misalnya senang, rakyat sendiri yang akan menilai,” tambahnya.

Tempat terpisah, politisi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengakui pihaknya tidak merasa tersindir dengan pernyataan Presiden Jokowi terkait politikus sontoloyo. Bahkan, mereka tidak mengerti apa yang disampaikan oleh kader PDI Perjuangan itu.

“Ya, kalau sindir menyindir, pantun berpantun biar ajalah, ngak usah kita terlalu bahas. Kita nggak tahu yang dimaksud Pak Presiden apa gitu loh, tapinya kita berpikir positif aja untuk terus bekerja,” kata Dasco kepada wartawan.

Menurut Dasco, pihaknya tidak mau menilai pernyataan tersebut, tetapi diserahkan sepenuhnya kepada publik untuk menilai pernyataan tersebut.

Karena, kubu Prabowo-Sandiaga tidak merasa tersinggung dengan bahasa politikus sontoloyo tersebut. “Kita tidak menilai soal itu lah, kembalikan kepada penilian dari masyarakat untuk bagaimana menilainya. Kita nggak merasa terganggu kok. Kita nggak merasa kita dituding kok,” tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat mengingatkan warga berhati-hati karena banyak politisi sontoloyo. Pernyataan itu dilontarkan Jokowi saat menghadiri pembagian sertifikat tanah di Kebayoran Baru, pada, Selasa (23/10) kemarin. (RBA/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.