Sinyal Iwan Diusung PKB di Pilbup Tasik, Atam-Iip Serahkan Mekanisme kepada Partai

279
0
ISTIMEWA AKRAB. Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam akrab bersama Iip Miptahul Poaz. (Foto kanan). Iwan Saputra salam komando dengan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Haris Sanjaya, Rabu (1/1).

SINGAPARNA – Walaupun belum ada keputusan resmi Iwan Saputra diusung oleh partai mana di Pilkada 2020, tapi sinyal-sinyal sudah muncul. Selain Partai Golkar, PKB pun menjadi partai yang sering dikaitkan dengan ketua GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya ini.

Pertemuan-pertemuan pun sudah Iwan lakukan dengan tokoh PKB, seperti dengan Oleh Soleh yang dihadiri juga politisi Partai Golkar Yod Mintaraga. Bahkan Oleh pun sempat menyatakan bahwa Iwan menjadi salah satu kandidat yang dilirik PKB jelang Pilkada 2020.

Kemudian, beberapa hari lalu Iwan pun bertemu dengan Iip Miptahul Poaz, dia merupakan kandidat calon bupati yang terus dikaitkan dengan PKB. Bahkan, pertemuan tersebut difasilitasi langsung oleh DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya.

Sinyal Iwan berpeluang diusung PKB pun semakin kuat. Setelah Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Haris Sanjaya bersilaturahmi dengan Iwan di kediamannya, Kota Tasikmalaya, Rabu (1/1). Walaupun Haris menekankan pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi biasa.

“Tidak ngobrol masalah PKB, kita berbicara sebagai sesama anak bangsa, butuh silaturahmi. Kebetulan istrinya Pak Iwan pulang dari rumah sakit, jadi saya tidak sempat nengok ke rumah sakit, jadi langsung ke rumahnya ikut menjenguk dan mendoakan semoga istrinya cepat sembuh lagi,” ujarnya.

Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Usman Kusmana MSI membenarkan adanya pertemuan atau silaturahmi antara ketua DPC dengan Iwan Saputra. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. “Kalau adanya pertemuan iya, tapi konteks apa yang dibicarakan saya tidak tahu. Kebetulan saya tidak mendampingi,” katanya.

Pada intinya, tegas Usman, sikap PKB dalam menghadapi pilkada akan terbuka untuk siapa pun dan melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan partai mana pun, termasuk para calon yang digadang-gadang maju di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020, salah satunya Iwan Saputra.

Sementara itu, Iip Miptahul Paoz mengomentari soal nama-nama yang disebut PKB, seperti dirinya, KH Atam dan H Suryana. Hubungan dengan keduanya baik, Iip juga mengaku pernah menjadi murid H Suryana. “Yang menarik, putra H Suryana yang pesantren di Ponpes Haur Kuning Salopa pernah diajar oleh saya,” kata Iip, sambil tersenyum.

Iip mengaku menyerahkan sepenuhnya soal mekanisme partai PKB yang selalu disangkutkan dengan dirinya, artinya dia mengalir begitu saja. “Biarkan nanti keputusan dari partai, baik KH Atam atau H Suryana merupakan kultur pesantren. Siapa pun akhirnya yang didorong PKB, harus menerima hasilnya, apapun keputusan PKB harus lapang dada, siapa pun yang mendapat SK,” tambah Iip.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd mengungkapkan bahwa kedekatan dirinya dengan Iip cukup baik sekali. “Iip itu pernah pesantren dan sekolah di Madrasah Aliyah Ponpes Sukahideng, Sukarame. Jadi pernah belajar dan Iip ini seorang murid yang baik dan pandai,” ungkap Atam.

KH Atam pun mengakui pada saat dirinya memimpin kegiatan Madrasah Kader NU (MKNU) di Ponpes Darussalam, bertemu dan mengobrol santai dengan Iip. “Kelihatannya Iip cukup malu-malu bertemu, sangat akrab, bertemu dan mengobrol biasa non formal, ya sedikit ada membicarakan tentang keinginannya (Iip, Red) kebetulan jadi peserta MKNU,” kata KH Atam.

Soal dikaitkan dengan PKB di Pilkada 2020, KH Atam menyerahkan sepenuhnya kepada partai, kepada siapa SK turunnya harus dihormati. “Intinya saya masih belum bisa menentukan ya atau tidaknya maju, walaupun dorongan terus mengalir. Kepada siapa pun nanti, yang penting maslahat untuk umat. Jadi kita serahkan mana yang lebih baik untuk kemaslahatan umat, kalau Allah menakdirkan pasti jadi,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.