Sisir Rumah Makan Menengah, Pemkot Harus Jaga Rahasia Data Omzet

111
0
CEK PAJAK. Pengguna smartphone saat mengecek realisasi pajak secara realtime melalui website Bapenda Kota Tasikmalaya Minggu (2/2).
Loading...

CIHIDEUNG – Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Ir Tjahja Wandawa menyarankan Pemkot rela merogoh kocek lebih dalam. Anggaran tambahan itu untuk mendorong pemasangan mesin tapping box dan fasilitas internet.

Nantinya, mesin perekam transaksi itu dipasang di restoran dan hotel menengah. Dengan demikian, langkah tersebut bisa mendongkrak penghasilan asli daerah (PAD).

Baca juga : Di Kosan Kota Tasik, 61 Pasangan Zina, 7 Pemuda Pesmir Diringkus Petugas, Tempat Hiburan Dirazia Juga

Dia menilai sejumlah restoran ditenggarai mengalami kendala dalam pemasangan mesin perekam data transaksi itu, karena belum terintegrasi aplikasi internet. Diharapkan Pemkot bisa melakukan treatment meski harus mengeluarkan anggaran khusus, supaya restoran lokal dapat terjamah tapping box.

“Padahal, apabila terpasang tapping box, benefit yang dihasilkan saya yakin signifikan,” tuturnya kepada Radar, Minggu (2/2).
Dia menyebut pendapatan yang dihimpun daerah pada 2019 sebesar Rp 24 miliar. Jumlah tersebut dari sektor restoran. Itu pun, baru beberapa restoran berjejaring saja yang sudah dipasangi tapping box.

Jika pemerintah memasang lebih banyak lagi tapping box di rumah-rumah makan menengah, diperkirakannya PAD dari pajak restoran akan jauh lebih besar. “Potensi di sana besar sekali apabila semua terpasangi tapping box,” kata politisi Nasdem tersebut.

“Saat ini yang sudah terpasang itu seperti KFC, Mc Donald’s, Pizza Hut serta franchise lainnya. Termasuk untuk restoran lokalnya seperti Raja Kastrol di Jalan Letjen Mashudi,” sambung dia.

Loading...

Pria yang juga Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tasikmalaya menjelaskan tahun ini rencananya Pemkot akan memasang 70 unit tapping box baru di seluruh hotel dan rumah makan. Jumlah tersebut untuk menambah tapping box yang sebelumnya sudah terpasang, sebanyak 37 unit di hotel-hotel berbintang.

Baca juga : Hujan Deras, Rumah Warga Padakembang Tasik Disambar Petir, 5 Tetangga Kena Imbas

“Kita ketahui yang sudah menggunakan tapping box itu seperti Santika, Horison, Ramayana, Fave, Flamboyan. Tahun ini Pemkot rencananya memasang seluruh hotel,” kata Tjahja.

Ia menyarankan, Pemkot justru memaksimalkan pemasangan tapping box di restoran. Sebab, dia memahami betul dari 37 hotel yang beroperasi di Kota Santri hanya 25 saja yang potensial. Lainnya tampak lesu. Hidup enggan mati tak mau.

“Kami sarankan hotel yang lesu tidak perlu dipasang mesin tersebut, sayang unitnya. Mending dialihkan ke titik potensial saja, kami minta klasifikasinya dilihat lagi,” harap dia.

Terpisah, Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kota Tasikmalaya Reza Rizkichani mengapresiasi langkah Pemkot terus mengakselerasi PAD melalui pengadaan kembali tapping box di tahun ini. Di mana jumlahnya melebihi pemasangan tapping box di tahun sebelumnya. “Ini baik, supaya pengusaha dapat melakukan pencatatan dan pelaporan pajak lebih baik,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Reza, Pemkot perlu memberi jaminan kerahasiaan data. Sebab, apabila bocor, berpotensi merugikan pengusaha.

“Misal data omzet dan daftar menu yang laris, sangatlah sensitif bagi pengusaha kalau bocor bisa sangat merugikan,” kata dia.
Ia berharap tujuan yang baik tersebut bisa direspons positif dan penuh kesadaran para pelaku usaha di industri perhotelan dan restoran.

Pemkot pun, diharapkan bisa membuka komunikasi dan pola sosialisasi yang baik, sehingga pengusaha tidak merasa was-was saat menggunakan mesin tersebut. “Intinya perlu komunikasi agar pengusaha tidak merasa tersandera oleh tapping box ini,” kata dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.