Sistem Zonasi Membuat Khawatir Semangat Siswa Menurun

367
0
PENDAFTARAN. Calon siswa dan orang tuanya saat mendaftar di salah satu sekolah di Kota Banjar baru-baru ini. (cecep herdi / radartasikmalaya.com)

BANJAR – Aturan zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) menuai protes. Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan Kota Banjar Diky Agustaf khawatir semangat siswa untuk berprestasi menurun dengan sistem zonasi, sebab hasil akademis tidak lagi menjadi modal untuk masuk di sekolah favorit.

Diky juga menilai jika zonasi tetap dipakai akan menurunkan kualitas sekolah dan kualitas belajar siswa.

“Dampaknya juga sekolah yang tadinya favorit bisa menurun kualitasnya. Sekolah tidak akan bisa meningkatkan prestasi. Akan cenderung menurun dalam kualitas pendidikannya,” kata dia.

Ia mengungkapkan melihat dari aturan mengenai zona, Permendikbud nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB dijelaskan tidak sedikit pun menyentuh kebijakan nilai ujian nasional.

Sedangkan di PP nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggraan Pendidikan, penerimaan siswa baru itu riil dari nilai UN.

“Secara hirarki pembuatan peraturan jangan berbenturan dengan aturan di atasnya. Contoh kondisinya di Kota Banjar, banyak siswa yang nilai UN-nya bagus tapi tidak diterima di sekolah favorit. Karena aturan zonasi itu. Untuk jalur prestasi hanya 5 persen. Jadi rebutan kuotanya hanya 5 persen. Saya kira ini tidak adil,” katanya.

Endang Jainudin MPd, Wakasek Humas SMA Negeri 1 Banjar menjelaskan untuk PPDB melalui sistem zonasi sebesar 90 persen.

Diantaranya terbagi jarak 55 persen, 15 persen zonasi kombinasi, 20 siswa tidak mampu, 10 persen lagi non zonasi yakni prestasi akademik 2,5 persen, UN 2,5 persen serta 5 persen lagi orang tua yang dipindahtugaskan.

“Untuk di SMA 1 kuota siswa dalam PPDB ini sebanyak 432 siswa. Pendaftaran berakhir sampai hari Sabtu pekan ini. Sampai saat ini yang daftar sudah melebihi jumlah kuota yakni 469 siswa,” katanya.

Azka Asyifa (12), warga Desa Sukajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis terpaksa harus mengurungkan niatnya bersekolah di SMP Negeri 2 Banjar. Aturan zonasi mematahkan keinginannya bersekolah di SMP favorit di Kota Banjar. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.