Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

87.5%

3.4%

0.3%

6.4%

0%

1.1%

0%

Siswa Asal Tasik Ciptakan Lengan Buatan

32
0
BERPRESTASI. Kepala SMKN 2 Tasikmalaya Dr H Wawan SPd MM bersama Alwan Hanif Ramadhan menunjukkan alat lengan buatan, Rabu (13/11). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Siswa jurusan Teknik Mekatronika SMKN 2 Tasikmalaya menjadi juara di International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2019 yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rabu-Sabtu (23-26/10) di Tangerang Selatan.

Ajang ini merupakan kegiatan yang bernama Indonesia Science Expo (ISE) diikuti 11 partisipan International, seperti Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Filipina, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Tiongkok dan Vietnam.

Kepala SMKN 2 Tasikmalaya Dr H Wawan SPd MM mengatakan siswa yang mengikuti ISE untuk mengaplikasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari sekolah. Ia mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh Alwan Hanif Ramadhan yang berhasil mengembangkan perangkat lengan buatan (Affordable Smart Prosthetic Arm) yang mampu mendapatkan juara 3 IEYI 2019.

“Kami merasa bangga siswa kita bisa menjadi perwakilan Indonesia di bidang mekatronik dalam ajang IEYI 2019 . Ini merupakan aset daerah dan nasional untuk mengikuti kompetisi di internasional,” kata dia kepada Radar, Rabu (13/11).

Dengan capaian ini, lanjut dia, diharapkan dapat menjadi stimulus bagi siswa yang lainnya dan sekolah agar ikut berinovasi menciptakan penelitian yang berguna untuk masyarakat. Selain itu, ke depannya dengan mempunyai siswa kompetensi ia berharap bisa berkembang, mandiri dan membuktikan dalam menumbuhkan wirausaha serta menciptakan lapangan kerja.

Alwan Hanif Ramadhan, pemenang juara 3 penghargaan ajang IEYI 2019 menjelaskan kegiatan tersebut merupakan ajang memperkenalkan hasil karyanya yang mempermudah kaum difabel melakukan aktivitas sehari-hari. Lengan buatan ini dibuatnya kurang lebih selama dua bulan.

Kata dia, saya terinspirasi membuat lengan buatan ini karena melihat teman yang mempunyai kebutuhan khusus, tapi tidak mempunyai dana untuk membeli tangan robot. Karena harganya cukup mahal. “Saya berinisiatif untuk membuat alat yang bisa membantu teman saya dengan harga yang dapat dibeli oleh kalangan menengah ke bawah dengan harga Rp 400.000. Karena alat bantu tangan tersebut di luar negeri bisa mencapai Rp 50 jutaan,” katanya.

Pengembangan selanjutnya, kata dia, ingin menggunakan sensor saraf dan otak yang nanti bisa menyempurnakan dengan bisa menggerakan jari secara individu. “Saya ingin produksi massal di perusahaan-perusahaan setelah menyempurnakan ini,” harapnya.

Alwan mengajak kepada generasi muda yang mempunyai keahlian sama dengannya berani mencoba dan berinovasi. “Kalau buat orang lain yang mempunyai passion yang sama seperti ini kembangkan saja dan kejar cita-citanya,” ajaknya.

Pembimbing IEYI 2019 Dicky Nurul Ilham SPd menyampaikan bahwa Alwan Hanif Ramadhan sejak SMP menjadi pemenang National Young Invertor Award. Alwan ini menuai hasil gemilang menjuarai IEYI 2019 berupa alat bantu untuk orang difabel, berupa tangan.

“Siswa tersebut membawa nama baik SMK dalam membuat alat bantu difabel yang ekonomis dan bisa dikerjakan olehnya. Saya berharap ke depannya di produksi secara massal dan dihakpatenkan,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.