Siswa Belajar Daring, Ini Pendapat PGRI Kota Tasik

51
0
MENJELASKAN. Sekertaris Bidang Kominfo PGRI Kota Tasikmalaya Yayat Hidayat MPd (kiri) menyampaikan materi blended learning di masa pandemi Covid-19 pada Podcast Radar Tasikmalaya, Kamis (14/1).
MENJELASKAN. Sekertaris Bidang Kominfo PGRI Kota Tasikmalaya Yayat Hidayat MPd (kiri) menyampaikan materi blended learning di masa pandemi Covid-19 pada Podcast Radar Tasikmalaya, Kamis (14/1).
Loading...

TASIK – Pembelajaran bagi peserta didik di tengah pandemi ini harus kembali dilakukan secara daring. Maka dari itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya meminta guru lebih inovatif dan kreatif dalam menerapkan pembelajaran.

Sekertaris Bidang Kominfo PGRI Kota Tasikmalaya Yayat Hidayat MPd mengarahkan agar guru bisa memakai skema pembelajaran campur/kombinasi (blended learning). Karena itu merupakan alternatif guru melaksanakan proses belajar selama masa pandemi Covid-19.

“Hikmah situasi Covid-19 guru bisa mengenal blended learning. Sehingga guru bisa melek literasi digital dengan begitu bisa mengakses pembelajaran secara daring dan luring,” katanya saat di Podcast Lawan Covid-19 di Graha Pena Radar Tasikmalaya, Kamis (14/1).

“Karena manfaatnya dalam pembelajaraan tersebut bisa ideal untuk peningkatan mutu pendidikan guru dan siswa dalam mengahadapi era global,” tambahnya.

Sambung Yayat, agar guru andal dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi untuk syaratnya harus memiliki keterampilan media pembelajaran berbasis elektronik. Seperti mampu mengelola penggunaan layanan video conference untuk media interaksi pembelajaran.

loading...

“Lalu guru mahir memfungsikan portal belajar kelas dunia maya, di antaranya; google classroom, Sekolah Pintar Indonesia, dan lainnya. Serta menguasai layanan dari google yang membantu pembelajaran daring,” ujarnya.

Kebutuhan pembelajaran daring inilah, kata Yayat, bisa sebagai ruang percepatan pembelajaran untuk generasi muda sekarang. Walau dengan interaksi bersentuhan bisa menjadi kemandirian siswa belajar.

“Dengan belajar daring ini, selain anak bisa mengenal google classroom juga ternyata banyak bahan belajar yang bisa dibaca. Harapannya bisa memperkaya wawasannya lebih luas,” katanya.

Agar mengarah pada pendidikan berbasis teknologi, PGRI pun melakukan pemutakhiran guru agar melek teknologi dengan workshop virtual seperti pemanfaatan aplikasi zoom untuk kegiatan proses belajar mengajar.

“Kemudian pembuatan aplikasi Guruapp PGRI Kota Tasikmalaya yang bisa diunduh pada Play Store. Manfaat sebagai proses percepatan informasi kepada guru dan mengarahkan mereka juga bisa berwirausaha dengan kekinian,” ujarnya.

Wakasek Kesiswaan SDN Galunggung Rudi Nuryadi MPd menjelaskan, belajar di masa pandemi Covid-19 sebagai sarana mempelajari sesuatu seperti mengembangkan konsentrasi, keterampilan memori dan kemampuan berpikir. Sehingga ia sebagai pendidik terus memberi kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan secara optimal sesuai kondisinya masing-masing.

“Maka dalam belajar dari rumah (BDR, Red) ini saya bisa terus bangun komitmen kepada orang tua siswa. Tujuannya untuk melakukan pengkondisian anaknya agar saat pembelajaran daring lebih fokus dan efektif, seperti; menyediakan alat belajar, makan sebelum belajar dan menyediakan penunjang belajar siswa,” katanya.

Ia pun terus mendorong momentum BDR ini sebagai membangun emosional terhadap siswanya yang kini duduk di kelas VI. Manfaatnya untuk bisa menyukseskan siswa dalam pemahaman ilmu secara akademik dan sosial.

“Saat memberi materi yang sudah diajarkan namun siswa tidak paham bisa melanjutkan diskusi materi pelajaran lewat daring. Orang tuanya pun bisa membantu atau mendampingi anaknya saat belajar daring dan membuat aturan tentang pembatasan bermain gadget,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.