Siswa di Kota Banjar Tetap Belajar Daring Demi Keselamatan

18
0
Loading...

BANJAR – Pemerhati Pemerintahan Sidik Firmadi SIP, MIP menilai persentase siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring sebanyak 70 persen sudah baik. Dia pun menyarankan agar siswa tetap bisa belajar secara daring.

Kata dia, alangkah baiknya siswa belajar secara daring sampai benar-benar kasus positif Covid-19 melandai atau turun. Dalam artian penambahan sudah tidak terjadi setiap harinya. Selain itu, pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit pun sudah tidak ada.

“Ini harus dilakukan (pembelajaran daring, Red) demi keselamatan jiwa peserta didik itu sendiri, jangan sampai terpapar oleh virus corona,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Namun dia menyoroti soal program Toserba (Tutor Sebaya) yang diusulkan oleh Disdikbud Kota Banjar. Menurut dia, itu perlu dikaji ulang. Sebab dikhawatirkan nanti anak yang menjadi tutor membawa virus ke temannya.

“Tentu ini harus dikaji terlebih dahulu. Kalau benar-benar masih ada siswa yang tidak memiliki hape dan paket kuota, kenapa tidak dipinjamkan saja oleh pemerintah,” tegasnya.

loading...

Baca juga : 70% Siswa di Kota Banjar Ikut Belajar Daring

Dengan begitu, kata dia, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mengikuti pembelajaran secara daring dan tidak ketinggalan pelajaran. “Ya kalau memang benar masih ada warga miskin yang tidak punya hape bisa dibantu pemerintah difasilitasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar H Lukmanulhakim melalui Kabid Dikdas drs Ahmad Yani MPd menyebut memiliki terobosan yakni Toserba (Tutor Sebaya). Kata dia, Toserba merupakan terobosan dalam meminimalisir anak didik yang tidak memiliki gawai dan paket kuota.

Anak didik atau teman mereka yang memiliki paket komplet (gawai dan kuota) bisa membantu temannya yang tidak punya ikuti belajar daring. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.