Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

SMK Al Khoeriyah Gelar Pameran Teaching Factory

Siswa Rancang Penyedot Oli Inovatif

16
0
PRESENTASI. Siswa SMK Al Khoeriyah Tasikmalaya menunjukkan produk alat sedot oli saat Launching dan Pameran Teaching Factory di halaman SMK Al Khoeriyah Tasikmalaya Senin (7/10). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – SMK Al Khoeriyah Tasikmalaya menggelar Launching dan Pameran Teaching Factory (Tefa) di Halaman SMK Al Khoeriyah Tasikmalaya Senin (7/10). Pameran ini digelar untuk mengenalkan hasil produk penyedot oli serta pembelajaran smart school (sekolah cerdas) berbasis Teknologi Informasi (TI).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 siswa dari enam kompetensi keahlian yaitu Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Bisnis Daring dan Pemasaran, Kompetensi Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran dan Perhotelan. Pameran ini dihadiri pula oleh perwakilan guru dan siswa SMK Se Kota Tasikmalaya.

Kepala SMK Al Khoeriyah Tasikmalaya Maman SHI mengatakan dalam mengakomodasi berbagai tuntutan dunia usaha dan dunia industri (Dudi) maka dikembangkan pembelajaran Tefa di semua jurusan yang ada di SMK Al Khoeriyah, khususnya di jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

“TBSM menjadi rintisan Tefa sejak Agustus 2019 dengan membuat alat penyedot oli,” katanya kepada Radar, Senin (7/10).

Pembuatan alat penyedot oli ini tak hanya bertujuan menghasilkan produk inovatif, tapi bagaimana membuat kultur industri dan usaha agar melekat pada diri siswa dari sistem pembelajaran kurikulum dengan menggunakan Tefa tersebut.

Dalam implementasi Dudi ini, sambungnya, SMK Al Khoeriyah menjalin kemitraan dengan dunia usaha. Misalnya untuk jurusan TBSM sudah MoU dengan Ahass Niaga Redja Abadi Tasikmalaya. Adapun jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran bekerja sama dengan Matahari Deptstore.

Lanjutnya, dalam pameran kali ini SMK Al Khoeriyah mengenalkan konsep smart school dalam menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0.

“Kita kenalkan pembuatan modul, soal-soal ujian yang sudah berbasis teknologi, sehingga sistem rantai nilai tambah produknya dapat ditampilkan secara virtual,” katanya.

Ketua pelaksana acara Chandra Irawan mengatakan kegiatan Launching dan Pameran Tefa ini bertujuan untuk menampilkan hasil karya inovatif siswa SMK berupa produk penyedot oli dan optimalisasi program DUDI di SMK.

Setelah launcing, sambungnya, produk penyedot oli ini rencananya akan diproduksi secara massal. “Makanya pada acara ini saya undang diler-diler atau bengkel yang lain nantinya menjadi pangsa pasar produk penyedot oli,” katanya.

Kepala Seksi Pelayanan Pendidikan KCD Wilayah XII Tasikmalaya mengapresiasi program Tefa di SMK Al Khoeriyah. Ia menyarankan agar tujuan utamanya bukan menghasilkan produk tetapi adanya sebuah corporate culture (budaya kerja). “Nilai budaya yang positif di dunia industri yang mampu membawa kebiasaan untuk siswa dan gurunya,” katanya. Selain itu pembelajaran Tefa bukan sekadar produk yang dihasilkan, namun bisa menanamkan pendidikan karakter siswa.

Ketua Yayasan Al Khoeriyah Tasikmalaya Encep Nizar MPd menjelaskan pelaksanaan Tefa di SMK ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan mengoptimalkan kerja sama dengan dunia kerja. “Mudah-mudahan dapat mempersiapkan generasi yang terampil dan religius,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.