Siswa SDN 3 Cigorowong Tasikmalaya Belajar di Tenda Darurat

183
0

KABUPATEN TASIK – Para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Cigorowong di Kampung Sukamaju, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, harus rela belajar di tenda darurat, Rabu (12/2) siang.

Pasalnya, sejumlah kelas yang biasa digunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) mengalami kerusakan dan tak kunjung diperbaiki. Bahkan, kondisi kelasnya terancam ambruk.

Kepala SDN 3 Cigorowong, Ahmad Daryono mengatakan, para siswanya ini belajar di tenda darurat sejak Selasa (11/2) lalu.

Tenda itu didatangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya lantaran tak ada lagi ruangan yang bisa digunakan untuk proses KBM.

“Memang begitu sedih melihat kondisi KBM harus dilakukan di tenda, tapi mau seperti apa lagi? Yang utama itu KBM tetap berjalan normal,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di sekolahnya, Rabu (12/2) siang.

Terang dia, empat ruangan kelas SDN 3 Cigorowong mengalami kerusakan. Dua ruang kelas rusak pada bagian atapnya karena tertimpa pohon. Sementara dua ruang kelas lainnya sudah lapuk pasa bagian atap dan mesti ditopang tiang bambu.

Kondisi empat ruang kelas itu dinilai sudah tidak aman digunakan untuk proses KBM.

Karena itu, pihak sekolah tak mau memgambil risiko, sehingga memindahkan proses KBM para siswa ke tenda darurat dan menggabungkan ke ruang kelas yang masih bisa digunakan.

Di sekolah itu, terdapat dua rombongan belajar (rombel), yaitu kelas I dan kelas IV yang belajar di tenda darurat berlogo yang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Sementara itu, empat rombel lainnya harus digabung di dua ruang kelas yang masih bisa digunakan. Para siswa kelas II digabung dengan kelas V, sementara kelas III digabung dengan kelas VI.

Di ruangan kelas VI, para siswa kelas III juga mesti rela belajar di atas lantai keramik yang beralaskan karpet. Pasalnya, kursi dan meja di sekolah itu kurang.

Ahmad mengakui, pihak sekolah terus koordinasi dengan instansi terkait agar ruangan kelas yang rusak dapat segera diperbaiki.

Menurut dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasik serta BPBD telah melakukan peninjauan ke lokasi.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. Hanya BPBD yang mengirimkan tenda darurat.

“Mungkin sekarang lagi proses. Saya juga memaklumi, tidak semudah itu (untuk perbaikan). Harus ada prosedur yang dilalui,” bebernya.

Ia berharap, pemerintah dapat segera melakukan perbaikan terhadap sekolahnya. Pihak sekolah dan para siswa, kata dia, sangat menunggu bantuan perbaikan ruangan untuk kelas yang rusak.

“Sementara ini seperti ini saja. Kita juga belum ada perkiraan ini sampai kapan. Jadi kita harapkan secepatnya,” harapnya.

Menurut dia, SDN 3 Cigorowong merupakan satu-satunya sekolah di Kampung Sukamaju.

Sementara sekolah lainnya berlokasi cukup jauh dari kampung itu, sekira 1-2 kilometer. Karena itu, lanjut dia, keberadaan sekolah itu angat penting untuk warga sekitar.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.