Siswa SMA Al-Muttaqin Kota Tasik Membanggakan, Ini Prestasinya..

2247
0
ISTIMEWA. PRESENTASI FIKSI VIRTUAL. Siswi SMA Al-Muttaqin Selma Rahmatul Azizah dan Ananda Aulia Putri Mulyadi mempresentasikan produk Lintik bag yang terbuat dari barang daur ulang pada Fiksi Bidang Kriya 2020 dari Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud, Jumat (23/10).
ISTIMEWA. PRESENTASI FIKSI VIRTUAL. Siswi SMA Al-Muttaqin Selma Rahmatul Azizah dan Ananda Aulia Putri Mulyadi mempresentasikan produk Lintik bag yang terbuat dari barang daur ulang pada Fiksi Bidang Kriya 2020 dari Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud, Jumat (23/10).

TASIK – Pelajar SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya berhasil mendapatkan prestasi medali perak dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (Fiksi) Bidang Kriya 2020. Perlombaan itu dilaksanakan Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud, Jumat (23/10).

Mereka juga menjadi finalis Kompetisi Ilmiah Internasional MCTEA 2020 di Brazil untuk pengembangan briket. Semuanya itu untuk menjaga karakter sekolah dalam berbudaya lingkungan melalui program 3 R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle.

Kepala SMA Al Muttaqin Tasikmalaya Drs Jenal Al Purkon MPd mengatakan pihak terus melihat peluang prestasi di masa pandemi Covid-19, seperti perlombaan fiksi. Dalam perlombaan tersebut, siswanya bisa menciptakan beragam solusi inovatif. Maka sekolah tidak boleh kehilangan prestasi saat pandemi Covid-19 sehingga ia menjadikan produk Lintik bag mengikuti perlombaan dari Kemendikbud itu.

Apalagi jumlah yang mendaftar ada 1.665 siswa untuk enam kategori. Antara lain kriya, desain grafis, fashion, game & aplikasi, boga, serta budidaya dan lintas usaha. Dari jumlah tersebut telah dipilih 129 yang menjadi finalis.

“Bersyukur siswi SMA Al-Muttaqin yaitu Selma Rahmatul Azizah dan Ananda Aulia Putri Mulyadi mampu mendapatkan medali perak di tengah pandemi Covid-19. Itu dari Lomba Fiksi Bidang Kriya 2020 dari Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud Jumat (23/10),” kata dia kepada Radar, Selasa (27/10).

Alasan siswa diikutkan festival tersebut agar dapat memotivasi menjaga lingkungan, seperti; memanfaatkan limbah kantong semen dan penggunaan warna alami. Maka solusi kreatif dan inovasi ini dengan mudah membuat paper bag atau tas kertas dalam motif batik dan daun alami.

“Dengan metode eco print, warna pada motif merupakan warna asli dari daun dan bunga yang digunakan pada proses produksi. Sehingga menjadi paper bag yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Bersamaan juga, siswanya menjadi finalis karya tulis dan penelitian Road to International Competition Season 1 untuk mengikuti Kompetisi Ilmiah Internasional yaitu MCTEA 2020, Brazil. Perlombaan itu akan dilakukan secara daring.

Dengan judul The Utilize of Branket: Kecombrang Seeds (Etlingera Elatior) and Coconut Dregs (Cocos nucifera). Itu sebagai alternatif energi pembakaran. Karya tersebut disusun oleh Azis Saeful Zazim, Ananda Putri Aulia, Mulyadi dan Selma, serta Rahmatul Azizah.

“Memberikan inovasi pembakaran terbarukan dengan bahan bakar briket,” kata dia.

Pembimbing Fiksi SMA Al-Muttaqin Yanti SSi MSi menjelaskan setelah memenangkan lomba produk Lintik bag menyajikan ciri khas. Yaitu dibuat dengan bahan alami maka memiliki keunggulan dan keunikan lebih sehingga bisa menarik konsumen.

“Kita pun sudah diperjualbelikan dengan mendesain paper bag sesuai keinginannya konsumen. Dengan per kantong paper bag seharga Rp 20.000 untuk ukuran 40 sentimeter (cm). Lalu untuk Rp 25.000 untuk ukuran 60 cm,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd mengapresiasi siswi SMA Al Mutaqin Tasikmalaya bisa meraih medali perak pada Fiksi bidang Kriya.

“Semoga siswi SMA Al Muttaqin terus menuju kesuksesan dalam prestasi-prestasi lainnya,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, aktivitas yang dilaksanakan siswa dan guru SMA Al Muttaqin patut ditiru oleh berbagai SMA/SMK/SLB di Tasikmalaya. “Tujuannya untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang ke kriyaan,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.