Siswa SMPN 3 Ciamis Menghilang tak Ada Kabar

297
0
HILANG. Jeje Jenal  (16), siswa SMP Negeri 3 Ciamis sudah tidak pulang selama 18 hari.

CIAMIS – Diduga korban dari perceraian orang tuanya, siswa SMP Negeri 3 Ciamis bernama Jeje Jenal (16) anak pasangan Omah (42) dan Suryaman kabur dari rumahnya. Dia menghilang sejak 18 hari lalu dan belum ada kabar sampai saat ini.

Cacih (24), adik ipar ibu Jeje mengatakan bahwa saudaranya itu menghilang dua minggu lalu.

Baca juga : Bayi 18 Bulan Warga Rancah Ciamis Kanker Mata, Hari Ini Dioperasi di Cicendo

Waktu itu, Jeje pergi ke rumah ibunya di Dusun Nangewer Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, kemudian berpamitan untuk pulang ke rumah bapaknya yang berada di Jalan Ottoiskandardinata Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis.

“Tapi pada hari selanjutnya dia tidak pulang dan sampai sekarang belum ditemukan,” katanya.

Kata dia, ciri-ciri Jeje pada saat terakhir berangkat ke rumah ibunya memakai jaket dan celana jeans serta kemeja batik. “Badannya kecil dan rambutnya pendek.

Keluarga juga telah melakukan pencarian, di mana ada yang memberi kabar sering main ke Alun-Alun Ciamis dan stadion juga dicari ternyata tidak ada, bahkan sampai dicari ke Kota Banjar jug tidak ada,” katanya.

Kata dia, memang keluarga belum sampai lapor polisi dan berupaya mencari dulu, bahkan disebar di medsos juga dengan harapan bisa ketemu.

“Bila ada yang menemukan bisa menghubungi nomor 081282406219,” jelasnya.

Menurutnya, dirinya mengaku kasihan kepada Jeje karena merupakan korban perceraian orang tuanya pada 2013 lalu.

Bahkan kakaknya yang bernama Jujun pun harus putus sekolah dan sekarang bekerja di pabrik kerupuk di Bekasi.

“Saya kasihan dan tidak tahu dia ke mana minggatnya, karena di rumah bapaknya yang biasa menginap juga tidak ada sekarang,” ucapnya.

Ditambahkan Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ciamis Vera Fillinda SH MH mengatakan, bisa jadi minggatnya atau kaburnya anak SMP ini dari korban penceraian orang tuanya.

Diketahui bahwa psikologis anaknya terganggu dan bingung karena dari konflik kedua orang tuanya.

Baca juga : 18 Calon Ikut Seleksi Pimpinan Baznas Ciamis

“Karena anak itu sudah mulai mengerti dan memerlukan kasih sayang kedua orang tuanya. Jadi anak itu dihadapkan dalam situasi kebingungan, karena memang orang tuanya ini pisah,” ujarnya.

“Saya kira karena kedua orang tuanya pada sibuk mengurus atau menata kehidupan masing-masingnya, sehingga kurang memberikan kasih sayang kepada anaknya itu,  ketika anak tersebut punya masalah dia jadi bingung mencurahkannya, pada akhirnya dia lari,” paparnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.