Siswa Thailand Belajar di MAN Cipasung

598
0
MAN CIPSUNG For Radar Tasikmalaya PELOPOR. Kepala MAN 2 Tasikmalaya atau MAN Cipasung Dra Hj Neng Ida Nurhalida MPd (kelima dari kanan), Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Drs H Agus Abdul Kholik MM (keempat dari kanan), Kasi Pendidikan Agama Islam Kemenag Provinsi Jawa Barat Drs H Harun Harosid MPd (ketiga dari kanan), Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H Yayan Herdiana MAg (dua kanan) dan tamu undangan lain serta direktur dan Staf CRPAO School Thailand serta siswa Thailand berfoto di MAN Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya kemarin (13/10).

Bagian dari International Exchange Program 2017
TASIK – Sebanyak 6 pelajar ChiangRai Provincial Administrative Organization (CRPAO) School Thailand menuntut ilmu di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya atau MAN Cipasung. Selama dua minggu ke depan, para siswa asal Negeri Gajah Putih itu akan berbaur dengan siswa MAN yang dipimpin Dra H Neng Ida Nurhalida MPd itu.
Kemarin (13/10) bersama tim dari ChiangRai Provincial Administrative Organization (CRPAO) School Thailand, para siswa sudah mengikuti acara pembukaan International Exchange Program 2017 di MAN Cipasung.
Kepala MAN Cipasung Dra H Neng Ida Nurhalida MPd mengatakan pertukaran pelajar antara MAN Cipasung dengan CRPAO School Thailand merupakan pertama kalinya. Siswa asal Thailand itu akan berada di MAN Cipasung selama dua minggu.
“Awalnya kita selalu bertemu kalau ada acara di Malaysia dan baru tahun ini kita lakukan kerja sama yang sebelumnya ada siswa kita juga yang dikirimkan untuk belajar budaya di sana,” ungkap Ida kemarin (13/10).
Selama dua minggu di MAN Cipasung, terangnya, siswa dari Thailand akan masuk kelas kebudayaan, olahraga, keterampilan, praktikum sains dan di akhir program visit ke tempat wisata di Tasikmalaya.
“Enam siswa Thailand ini akan didampingi oleh gurunya dan kita juga sudah siapkan 12 orang siswa kami untuk menjadi partner enam siswa Thailand, mendampingi dan membantu selama di sekolah dan mereka juga kami faslitasi tinggal di Mes MAN 2 Tasikmalaya di kompleks sekolah,” tuturnya.
MAN Cipasung juga akan kerja sama dengan Brunei Darussalam. Itu sebagaian dari rencana strategis MAN Cipasung dalam pengembangan pendidikan luar negeri dan memberikan wawasan luas kepada anak tentang kehidupan global. Sehingga mereka mengenal dan tidak kaget dengan perbedaan tanpa kehilangan jati diri dan bisa bergaul dengan siapa saja. “Jadi yang kita tanamkan adalah jati diri yang kuat. Kita juga ada alumni yang pernah dikirim dan saat ini dia menjadi ketua Forum Pelajar Dunia di kampusnya. Jadi feedback dari pertukaran pelajar ini sangat banyak dan kita juga tidak lupa bekali anak dengan sifat toleransi, plurarisme yang ditanamkan untuk menunjukkan bahwa Islam itu rahmat bagi seluruh alam,” terangnya.
Hj Ida juga mengatakan pihak sekolah Thailand mengaku terkesan dengan penyambutan di MAN Cipasung. Terlebih, warga MAN Cipasung ramah, supel dan lainnya. “Sehingga dengan kesan tersebut akan tercipta hubungan perdamaian,” ujarnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Drs H Agus Abdul Kholik MM menuturkan program pertukaran pelajar internasional antara MAN Cipasung dengan sekolah di Thailand sangat bermanfaat bagi kompetensi siswa madrasah. Dengan demikian, siswa madrasah memiliki kemampuan berbahasa asing yang bagus.
“Sehingga dengan adanya kerja sama ini mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa asingnya. Bahkan ada pakar yang menyebutkan bahwa jika kita ingin menguasai sains dan teknologi maka kuasai bahasa Inggris. Jika kita ingin mengusai agama (Islam, Red), kuasai bahasa Arab dan ini salah satu rumus yang diucapkapkan para pakar dan hari ini sains dan teknologi ditulis dengan bahasa Inggris. Hari ini juga syariat agama Islam banyak referensinya berbahasa Arab. Jadi ini menjadi motivasi dan solusi bagi madrasah untuk memperdalam kedua bahasa ini,” terangnya.
Program antara MAN Cipasung dengan sekolah Thailand, kata dia, bisa diikuti dan dikolaborasikan dengan madrasah lainnya sehingga kapan pun bisa dilakukan kerjasama. “Ini menjadi pembuka gerbang kerja sama dengan sekolah luar negeri lainnya. Apalagi madrasah ini adalah model pendidikan formal berciri khas agama. Tentu kita tidak hanya menonjolkan keunggulan agama saja tapi sains dan teknologi juga harus menonjol,” ungkapnya.
Kasi Pendidikan Agama Islam Kemenag Provinsi Jawa Barat Drs H Harun Harosid MPd menuturkan MAN 2 Tasikmalaya atau MAN Cipasung menjadi pelopor terjalinnya kerja sama dengan sekolah luar negeri. “Saya berikan apresiasi tinggi, karena dengan ini kita menunjukkan bahwa Islam rahmatan lil ’alamin dan saya berharap madrasah lain bisa mengikuti jejak MAN 2 atau MAN Cipasung ini. Sehingga tahun selanjutnya ada madrasah lain yang melakukan program pertukaran pelajar seperti ini,” tuturnya. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.