Sita Uang di Ruang menag

17
AMANKAN. Penyidik KPK membawa koper yang diduga berisi uang ratusan juta dari kantor Kementerian Agama (Menag), Jakarta, (18/3). KPK menggeledah ruangan Menag Lukman Hakim Saifuddin dan ruang Sekjen Kemenag Nur Kholis terkait jual beli jabatan. Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat, mereka langsung melakukan penggeledahan di dua lokasi terkait kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2018-2019.

Hal ini sebagai pengembangan kasus yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan penggeledahan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Kantor Pusat Kemenag di Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, dan Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta Selatan.

“Hari ini (kemarin) mulai dari tadi siang dilakukan penggeledahan di dua lokasi. Pertama di Kantor Kementerian Agama dan kedua di Kantor DPP PPP,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (18/3).

Febri menjelaskan penggeledahan di Kantor Kemenag menyasar tiga ruangan yaitu ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, ruang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag M Nur Kholis, dan ruang Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Ahmadi.

Berdasarkan penggeledahan tersebut, tim KPK mengamankan sejumlah uang dalam pecahan rupiah dan dollar senilai total ratusan juta dari ruang kerja Menag Lukman Hakim. Selain itu, KPK mengamankan dokumen-dokumen mengenai mekanisme seleksi kepegawaian dari ruang Kepala Kepegawaian Kemenag Ahmadi. Serta, sejumlah dokumen yang menyangkut hukuman disiplin salah seorang tersangka Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Sedangkan, penggeledahan di Kantor DPP PPP dilakukan di ruang kerja ketum, bendahara umum, dan ruangan yang berisi informasi administrasi. Hasilnya, dokumen yang terkait dengan posisi Romahurmuziy sebagai Ketum PPP disita KPK.

“Tapi detailnya tentu akan diupdate lebih lanjut. Kami akan terus mendalami dugaan penerimaan suap yang sudah ditetapkan tiga orang tersangkanya dan informasi lain terkait penanganan perkara ini,” jelas Febri.

Febri menuturkan kegiatan penggeledahan hingga saat ini masih berjalan. Tim KPK perlu melakukan sejumlah hal seperti proses penyitaan rincian barang bukti dan penghitungan jumlah uang yang disita.

Dipaparkan Febri, penggeledahan untuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Hal ini lantaran muncul dugaan adanya pihak-pihak di luar kementerian selain Romahurmuziy yang memiliki kewenangan mengatur seleksi jabatan di Kemenag.

“Nah pihak ini bisa saja mereka yang berada di luar Kementerian Agama, termasuk yang menduduki jabatan politik. Ini sebenarnya secara teoritik sering kami sampaikan ada risiko ,” paparnya.

Ia menyatakan KPK tidak menutup kemungkinan memeriksa Menag Lukman Hakiem. “Sepanjang dibutuhkan penyidikan, apalagi ada beberapa dokumen dan uang yang diamankan,” tukasnya.

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani membenarkan penggeledahan di Kantor DPP PPP. Ia menjelaskan penggeledahan berlangsung kurang lebih selama dua jam.

Ia pun memastikan pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan. “Prinsipnya kami tidak menghalang-halangi proses (penggeledahan) itu. Jadi silakan saja (digeledah). Apa yang mereka perlukan seperti dokumen-dokumen, ya monggo,” ujar Arsul ketika dikonfirmasi wartawan.

Menanggapi penggeledahan di ruangannya, Menag Lukman Hakiem Saifuddin mengucapkan terima kasih kepada tim KPK. Lantaran telah bekerja cepat sehingga dirinya bisa melanjutkan pekerjaan. Hal ini karena ruangannya telah disegel KPK sejak Jumat (15/3) malam.

“Ini kan penyegelan baru Jumat malam sudah selesai Jumat dan saya berterima kasih kepada KPK yang bekerja cepat sehingga tidak terlalu mengganggu karena sekarang saya bisa bekerja,” kata dia. (riz/ful/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.