Situ Kehabisan ‘Peluru’ Serang Jokowi-Ma’ruf Yah? sampai Erick Thohir Diserang Juga

Erick Thohir diumumkan jadi Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi'Ma'ruf

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Sejak ditunjuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir kerap mendapat ‘serangan’.

Mulai dari isu korupsi sosialisasi Asian Games 2018 sampai dengan isu cawapres stuntman.

‘Serangan’ itu, dianggap menjadi bentuk riil ketakutan dan kepanikan kubu Prabowo-Sandi.

Demikian disampaikan Sekjen Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) Adnan Rara Sina, Kamis (13/9/2018).

Adna menjelaskan, bos Mahaka Grup itu sendiri memiliki performa apik dan menuai pujian saat memimpin panitia Asian Games 2018.

Selain itu, Erick juga memiliki penampilan yang milenial dan berlatar belakang pengusaha tingkat dunia.

Hal itu, sebut Adna, tentu membuat kubu lawan kehabisan akal untuk menangkalnya.

“Tak bisa lagi mengklaim paling mewakili milenial dan emak-emak sendirian,” katanya.

Menurutnya, kubu Prabowo-Sandi panik dan kehabisan isu untuk menjatuhkan pasangan petahana. Salah satunya adlaah dengan menyembulkan isu-isu lewat Erick Thohir.

“Semua isu yang dimainkan gagal total,”

“Sebut saja isu SARA, isu PKI, pelemahan rupiah gagal, ekonomi sulit gagal lagi bilang lapangan kerja sulit Presiden Jokowi bawa balik komitmen investasi Rp87 triliun dari Korea Selatan yang pastinya terbuka lapangan kerja baru,” papar Adnan.

Dia menambahkan, sandiaga Uno sendiri gagal dengan program ekonomi yang diusung saat menjabat wakil gubernur DKI Jakarta seperti Program OK OCE.

Padahal, dia didorong untuk fokus di isu-isu ekonomi.

“Apa ada nampak hasil dari OK OCE itu sampai saat ini? Yang ada hanya beberapa minimarket, itu pun bisa dihitung dengan jari di Jakarta,” tegasnya.

Meski sudah gagal, anehnya, Sandi malah ngeyel akan membawa program itu ke tingkat nasional.

“Lah di DKI yang skalanya kecil saja gagal total, bagaimana kalau di tingkat nasional,” tutup Adnan.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar di dunia maya bahwa polisi terus mendalami kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir disebut-sebut telah diperiksa selama tiga jam di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan korupsi sosialisasi Asian Games 2018.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membantah kabar yang beredar itu.

Argo menegaskan, pihaknya tidak sedang melakukan pemeriksaan ulang atas Erick Thohir atas kasus dugaan korupsi sosialisasi Asian Games 2018.

“Enggak. Enggak benar itu,” tegas Argo, Selasa (11/9/2018).

Akan tetapi, mantan Kabid Humas Polda Jatim itu juga membenarkan pihaknya pernah memeriksa pengusaha muda yang kini menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu.

“Memang Krimsus pernah memeriksa pak Erick Thohir tapi itu 2017 lalu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Argo juga menegaskan bahwa pemeriksaan pada 2017 lalu itu bukan sebagai tersangka.

“Bukan (tersangka). Kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tiga tersangka lainnya,” beber dia.

Argo menjelaskan, kasus dugaan korupsi sosialisasi Asian Games 2018 itu adalah kasus lama yang memang pernah ditangani Polda Metro Jaya.

Dalam kasus itu, penyidik telah menetapkan tiga orang menjadi tersangka. Yakni Sekjen KOI, Bendahara KOI, dan Penyedia Jasa KOI.

Sedangkan utuk Erick Thohir sendiri, lanjut Argo, saat ini sudah selesai dan Erick dinyatakan tidak terlibat dalam kasus dimaksud.

“Kasus tiga tersangka berkas sudah dikirim ke JPU dan sudah dinyatakan lengkap serta sudah disidang dan mendapat vonis 4 tahun,” ungkap Argo.

Dengan dinyatakannya kasus telah selesai, maka pihaknya memastikan bahwa tidak ada lagi pemanggilan atas Erick Thohir.

“Kasus sudah selesai dan tidak ada lagi pemanggilan. Jadi, berita yang beredar di medsos polisi akan periksa Erik Thohir itu tidak benar,” tegas Argo.

(JPG/ruh/pojoksatu/radartasikmalaya)

loading...