SK Pengangkatan Ade Belum Turun

44

SINGAPARNA – Sampai saat ini, surat keputusan (SK) pengangkatan H Ade Sugianto SIP menjadi bupati definitif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum diterima oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Alhasil, jadwal pelantikan Ade menjadi bupati definitif pun belum pasti.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Tasikmalaya Drs H Iing Faridz Khozin MSi menjelaskan pihaknya belum mendapatkan informasi turunnya surat keputusan pengangkatan Ade Sugianto menjadi bupati definitif. “Kita terus komunikasi dengan pemerintah provinsi untuk menanyakan soal pelantikan. Tapi, provinsi juga belum mendapatkan SK-nya dari Kemendagri,” ujarnya kepada Radar, Minggu (25/11).

Melihat kondisi seperti ini, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pelantikan wakil bupati menjadi bupati. “Kita masih menunggu, karena kalau sudah turun SK-nya pasti akan ada informasi dari provinsi untuk prosesi pelantikannya. Karena tidak ada prosesi atau paripurna lagi di daerah dan tinggal pelantikan saja,” paparnya.

Jelas Iing, untuk proses normatif dari mulai usulan sampai kepada turunnya SK lima hari di provinsi dan 15 hari di Kemendagri. Itu pun dihitung hari kerja dan apabila pejabatnya tidak sedang ada kegiatan lain. “Saya hitung sejak pengusulan sampai sekarang belum ada 20 hari kerja. Ya mudah-mudahan akhir bulan ini dan atau awal Desember sudah ada keputusannya,” harapnya.

Lanjut Iing, menyikapi kondisi seperti ini pemerintah daerah tidak mempunyai kewenangan untuk menanyakan langsung ke Kemendagri. Karena, semua prosesnya sudah diserahkan kepada pemerintah provinsi. “Jadi yang berhak menanyakan adalah pemerintah provinsi. Jadi kita menanyakannya ke provinsi saja dan setiap waktu juga selalu berkomunikasi,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya Ir Zaenal Purkon menambahkan pemerintah daerah sangat mengharapkan sekali proses pelantikan Ade menjadi bupati definitif segera dilaksanakan. Karena ini merupakan suatu kebutuhan yang harus segera direalisasikan dalam menjalankan roda pemerintahan. “Kita masih menunggu kepastian dari pusat dan provinsi. Intinya wakil bupati tahun ini menjadi bupati definitif, karena masyarakat sudah sangat berharap ada bupati definitif,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.