SK Sudah di DPC, Agus Tancap Gas

168
0
Istimewa BERTEMU. H Agus Wahyudin, Ramdani Mun’im, Ketua DPP PPP Suharso Monoarfa, politisi Gerindra H Amir Mahpud dan H Jaka saat bertemu di Hotel Dharmawangsa, Jakarta beberapa waktu lalu.

TASIK – Teka-teki siapa yang akan menjadi unsur pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terjawab sudah. Ya, H Agus Wahyudin SH MH dipastikan menjadi orang yang mendapat mandat dari Ketua DPP PPP Suharso Monoarfa.

Apalagi sebelumnya dari informasi yang dihimpun Radar, Agus Wahyudin diketahui telah melakukan pertemuan dengan Suharso Monoarfa yang didampingi para pengurus DPC PPP Kota Tasikmalaya seperti H Ramdani Muni’m dan H Jaka di Hotel Dharmawangsa, Jakarta beberapa waktu lalu. Bahkan dalam pertemuan tersebut, hadir pula politisi Partai Gerindra H Amir Mahpud.

Wakil Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya H Jaka memastikan kursi pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya menjadi milik Agus Wahyudin. ”Surat Keputusan (SK)-nya sudah di DPC PPP, tinggal diumumkan saja. Sudah resmi Agus (Wahyudin) yang menjadi pimpinan definitif,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar, kemarin (8/9).

Selanjutnya, kata Jaka, DPC PPP akan melakukan pembahasan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Agar semua AKD bisa segera terisi, supaya PPP bisa langsung fokus ke event politik lainnya. “Mudah-mudahan dengan unsur pimpinan DPRD dari PPP diisi Agus Wahyudin, bisa membuat komunikasi antar parpol semakin cair. Yang berimbas terhadap kebijakan yang pro terhadap rakyat,” tuturnya.

Terpisah, politisi senior DPC PPP Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin SH MH mengakui bahwa dirinya telah ditunjuk secara definitif oleh DPP PPP mengisi unsur pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya “Informasi dari Pak Zenzen (Plt Ketua DPC PPP, Red) kemarin itu sudah turun suratnya (SK kepada dirinya, Red). Tapi secara pribadi saya belum menerima, namun pada dasarnya sudah terbit, dan parpol lain memang sudah semua,” tutur Agus Wahyudin saat dihubungi Radar, Minggu (8/9).


Menurutnya, hari ini (9/9) DPC PPP akan menyelenggarakan rapat. Salah satu agendanya membahas kaitan SK yang diterbitkan DPP PPP tersebut. Agus menjelaskan setelah seluruh partai yang mendapat jatah kursi pimpinan menyerahkan SK penunjukan masing-masing ke DPRD, nantinya akan disampaikan terhadap Gubernur Jawa Barat melalui Wali Kota Tasikmalaya. “Nanti di sana itu usulan penetapan unsur pimpinan saja. Setelah itu disetujui, baru disahkan di daerah,” kata Agus.

Mantan Ketua DPRD Periode 2014-2019 itu mengatakan pihaknya akan secara maraton menjalankan agenda di internal. Selasa (10/9) direncanakan rapat paripurna penetapan pimpinan fraksi. Kemudian Rabu atau Kamis melaksanakan pembentukan panitia khusus (Pansus) tata tertib DPRD. “Setelah itu, baru terbentuk alat kelengkapan termasuk pimpinan, untuk dikirim suratnya ke Jawa Barat,” ujarnya.

DPRD sendiri, sambung Agus, menargetkan pendefinitifan pimpinan DPRD bisa dilaksanakan secepatnya, dengan rentang waktu maksimal tiga sampai empat minggu. Sebab, mereka ditunggu agenda pembahasan APBD Tahun 2020 yang harus digarap alat kelengkapan DPRD. “Kita kejar target dan maraton, kalau Oktober sampai November APBD belum ditetapkan, bahaya. Tidak boleh mepet,” kata dia.

Sementara, perda lainnya, kata dia, akan menyesuaikan jadwal para wakil rakyat. Namun, untuk Perda APBD tahun mendatang diatur langsung Undang-Undang harus disahkan alat kelengkapan DPRD definitif. “Maka itu dulu saja yang kita prioritaskan, sebab itu diatur Undang-Undang langsung. Rencana maraton, seminggu atau dua minggu setelah ini kita harus segera membahas,” ungkap Agus.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya Zenzen Jaenudin saat dimintai keterangan sampai pukul 20.30 melalui sambungan telepon mau pun pesan WhatsApps belum memberikan tanggapan. (igi/kim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.