SKB CPNS Kota Tasik akan Diketahui Maret 2020

2176
0
PERIKSA PESERTA. Panitia seleksi kompetensi dasar (SKD) memeriksa peserta sebelum memasuki ruang tes di Gedung Serba Guna Kompleks Bale Kota Tasik, Selasa (4/2). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Sebanyak 6.976 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Kota Tasikmalaya, tuntas melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Selasa (4/2) siang. Setelah pelaksanaan sejak 1 Februari lalu, formasi untuk calon aparatur wilayah kerja kota resik berakhir di sesi kedua.

Kepala Bidang Pembinaan Data Informasi dan Formasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya Dimas Iskandar mengatakan di sesi selanjutnya, pada hari ke empat pelaksanaan SKD tersebut, dilanjutkan pelamar untuk formasi Kabupaten Garut.

Baca juga : Ratusan Driver Ojek Online Demo Kantor Gojek Tasik, Begini Kata Management

“Hasil secara individu, sudah kelihatan oleh peserta seusai tes. Apakah dia melampaui ambang batas passing grade atau tidak. Hanya secara kumulatif akan direkap terlebih dahulu oleh pusat,” tuturnya memaparkan kepada Radar.

Menurutnya, setelah berakhir SKD secara nasional pada 28 Februari mendatang, kemungkinan pengumuman peserta mana saja yang berhak melanjutkan tahapan tes ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan diketahui Maret.


“Nanti kan itu perlu ada pengelompokan dan perankingan kembali, prosesnya itu oleh BKN bukan kewenangan daerah, kita menunggu saja,” ucapnya.

“Untuk saat ini belum bisa diketahui berapa jumlah yang akan lolos masuk SKB. Passing grade kan belum tentu masuk, ketika seorang peserta nilai SKD-nya melampaui ambang batas SKD,” sambung Dimas.

Sementara itu, di lokasi pelaksanaan tes, seluruh peserta yang akan memasuki ruang ujian diperiksa terlebih dahulu. Petugas khusus menggeledah pakaian dan celana. Itu memastikan mereka masuk ruang tes dengan kondisi steril. Peserta laki-laki dan perempuan diperiksa secara terpisah dengan jalur ruang masuk yang berbeda.

“Kita hanya pakai pemeriksaan untuk manual penggeledahan saja seperti ini. Peserta tak diperbolehkan bawa apapun ke ruang ujian kecuali kartu peserta,” tutur Kepala Kantor Regional III BKN Bandung, Imas Sukmariah.

Baca juga : Del, Siswi SMPN 6 Kota Tasik Tewas Terjatuh lalu Terperosok Gorong-gorong, Bisa Aja Kan?

Imas menambahkan pemeriksaan dilakukan kembali secara otomatis melalui metal detektor saat peserta menuju gerbang ruang masuk tes SKD. Setelah dinyatakan steril tak membawa apapun selain kartu ujian, mereka dipersilahkan ke meja ujian dengan diantar oleh petugas BKN.

“Sekali lagi ada pemeriksaan melalui metal detektor di depan pintu ruangan ujian. Itu mereka lewat saja secara otomatis seperti di bandara atau kantor-kantor,” tambah Imas. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.