Skill Anggota Tagana Pangandaran Terus Diasah

47
0
Istimewa. PELATIHAN. Widyaiswara Ahli Madya, Ade Setiadi ST, MSi saat memberikan pengarahan terkait penanganan bencana alam saat diklatsar di Pantai Karangtirta kemarin.
Istimewa. PELATIHAN. Widyaiswara Ahli Madya, Ade Setiadi ST, MSi saat memberikan pengarahan terkait penanganan bencana alam saat diklatsar di Pantai Karangtirta kemarin.
Loading...

PANGANDARAN – Sebanyak 26 anggota muda Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran dan Ciamis mengikuti pendidikan latihan dasar selama tiga hari, Jumat-Minggu (22-24/1) di Pantai Karangtirta.

Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka perekrutan dan pemantapan Tagana muda tahun 2021, gabungan Tagana Pangandaran dan Ciamis. “Tagana muda Kabupaten Pangandaran sebanyak 11 orang dan Ciamis 15 orang, sehingga total 26 orang,” kata dia kepada wartawan, Minggu (24/1).

Nana menjelaskan selama kegiatan mereka diberi materi dan dilatih penanggulangan kebencanaan. Seperti bencana banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, pohon tumbang dan lainnya.

Kata dia, sebagai anggota Tagana harus siap siaga ketika terjadi bencana alam. Karena itu merupakan panggilan sosial. “Adanya pemantapan anggota Tagana gabungan ini bisa saling sharing (tukar wawasan, Red). Dan ketika dibutuhkan dalam menanggulangi bencana alam harus kompak dan solid,” jelasnya.

Baca juga : Warga Pangandaran Keluhkan Truk Pasir

loading...

Ketua Tagana Kabupaten Ciamis Ade Waluya menambahkan kegiatan difokuskan tentang segala bentuk penanganan kebencanaan alam. Mulai dari materi, praktik juga simulasi ketika terjadi bencana.

“Sebagai anggota Tagana harus bisa menguasai tentang penanggulangan kebencanaan jika terjadi bencana. Dan siap membuka dapur umum, untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi,” jelasnya.

Terlebih, kata dia, saat ini cuaca di Kabupaten Ciamis cukup ekstrem, maka anggota Tagana harus siap kapan dan dimana saja. “Bencana saat ini cukup kompleks seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, gempa dan lainnya,” katanya.

Widyaiswara Ahli Madya, Ade Setiadi ST, MSi mengatakan anggota Tagana muda yang mengikuti diklatsar dibekali materi terkait penanganan bencana hingga praktik pengenalan mineral batuan. “Tujuannya agar para anggota Tagana dapat memahami dan mendeskripsikan jenis batuan yang ada di sekitar lokasi pelatihan,” tuturnya.

Selain itu, mereka juga dibekali materi tentang dinamika kelompok yang bertujuan untuk membentuk team work. “Mereka harus solid nanti dalam penanggulangan bencana,” ujarnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.