Skorsing 7 Dosen STAINU Kota Tasik Dicabut, KH Ate: Semua Kembali ke Nol

54
0
Kita akan islah. Semua kembali ke nol dan saya (ketua PCNU) menjadi jaminan tak ada skorsing. Semua kita pulihkan seperti semula untuk ikut serta mengembangkan STAINU.” KH Ate Musodiq Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya

TASIK – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodiq memastikan tidak ada skorsing atau pembebas tugasan bagi tujuh dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Tasikmalaya.

Kemarin (6/10), KH Ate bersama Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) NU dihadiri Ketua STAINU, Dr Fuad dan Pendiri STAINU, H Iman Suparman serta pengurus STAINU lain seperti Ketua Prodi Penyiaran Islam, Dr Dudu Rohman bersepakat mencabut Surat Keputusan (SK) skorsing tersebut sebagai hasil rapat bersama di Kampus STAINU Tasikmalaya Jalan Argasari.

“Kita akan islah. Semua kembali ke nol dan saya (ketua PCNU) menjadi jaminan tak ada skorsing. Semua kita pulihkan seperti semula untuk ikut serta mengembangkan STAINU,” kata KH Ate.

Untuk menindaklanjuti keputusan itu, PCNU Kota Tasikmalaya akan mengundang tujuh dosen tadi pada Kamis (8/10)untuk menyampaikan pencabutan skorsing. “Nanti SK pencabutannya kita sampaikan bahwa tak ada lagi dosen yang dirumahkan,” ujarnya.

Meski demikian, sebagai konsekuensi keduanya baik pihak dosen maupun STAINU harus menandatangani pakta Integritas yang dibuatkan PCNU sebagai komitmen memajukan kembali STAINU.
Sementara itu, Ketua STAINU, Dr Fuad Hasyim MPd siap melaksanakan keputusan rapat PCNU dan LPTNU sebagai pelaksanaan Statuta STAINU.

Selaku ketua, kata Fuad, dirinya sebatas menyampaikan persoalan dan program yang dilaporkan secara periodik ke LPTNU untuk dilanjutkan ke PCNU.

“Keputusan rapat tadi bahwa tak ada lagi skorsing. Tujuh dosen tadi dipulihkan kembali untuk mengajar seperti biasa,” ucapnya.
Fuad pun senantiasa mengikuti arahan LPTNU dan PCNU karena Ketua STAINU sebatas kepanjangan tangan keduanya. “Istilahnya sami’na waato’na atau tunduk turut pada putusan, termasuk Syuriah,” tuturnya.

Perintis sekaligus pendiri STAINU, H Imam Suparman sangat mengapresiasi keputusan pencabutan skorsing. Ia meminta semua pihak duduk kembali berbicara dari hati kehati dan jangan ada lagi gerakan apapun dari kedua pihak.

“Sayang kalau STAINU hancur. Ini kampus satu-satunya di Jawa Barat yang dibawah PCNU. Yang lain tidak seperti ini,” ujarnya.
Iman meminta jangan lagi melihat kebelakang tapi semua menatap ke depan demi kemajuan STAINU sebagai kampus kebanggaan warga NU di Kota Tasikmalaya. “Mari kita sama-sama keberadaan kampus ini,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Tasikmalaya diterpa konflik. Tujuh dosen di sekolah tinggi tersebut tiba-tiba mendapat skors dari yayasan.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) dan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kota Tasikmalaya menerbitkan surat keputusan bersama. Hal itu berkaitan dengan tujuh orang dosen tetap yang diberi sanksi. (rls)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.