Slogan Kerja, Kerja, Kerja Jokowi Pepesan Kosong, Bukti Rakyat Tak Percaya Jokowi Lagi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Jelang Pilpres 2019, mahasiswa mulai masif menggelar aksi menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya.

Aksi mahasiswa di sejumlah daerah itu menjadi bukti bahwa capres petahana itu sudah tidak lagi dipercaya oleh rakyat.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha, Kamis (13/9/2018).

Gerakan mahasiswa itu, sebutnya, semakin membuka lebar mata publik bahwa pencitraan yang dilakukan oleh Jokowi untuk mempertahankan kekuasaan tidak lah cukup.

“Slogan kerja, kerja, kerja kabinet Jokowi dianggap pepesan kosong,” katanya.

Ada sejumlah fakta yang menurutnya mendasari tuntutan mundur tersebut.

Diantaranya kondisi ekonomi yang memasuki masa-masa kritis dan terpuruknya nilai tukar rupiah.

“Ini semakin meyakinkan kaum-kaum intelektual jika mereka harus melakukan aksi demonstrasi untuk menggugat kinerja Jokowi,” terangnya.

Selain itu, sambung dia, aksi mahasiswa pun dianggap representasi jika masyarakat Indonesia sudah tak percaya kepada pemerintahan Jokowi mengelola Indonesia terutama soal ekonomi.

“Aksi mahasiswa tersebut harus dianggap sebagai salah satu hal yang positif sebagai peringatan keras bagi Jokowi agar mampu mengevaluasi kinerjanya,” pungkas dia.

Sebelumnya, Prabowo Subianto tak setuju dengan ribuan mahasiswa Riau yang menuntut Presiden Jokowi mundur karena dianggap gagal dalam urusan ekonomi.

Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, capres dari koalisi oposisi itu mengatakan, pergantian kepemimpinan dinilainya harus sesuai mekanisme politik yang berlaku.

Karena itu, dia meminta seluruh mahasiswa juga ikut mentaati regulasi yang berlaku.

“Kita punya saluran politik, sesuai konstutusi kita, lalu semua perubahan dan perbaikan sudah diatur dalam demokrasi dan berkonstitusi.” kata Prabowo di Kediaman SBY, Jakarta, (12/9).

Lebih jauh, Prabowo juga meminta mahasiswa untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi ekonomi bangsa.

Meski demikian, dirinya melihat tuntutan mahasiswa merupakan bagian dari aspirasi bangsa yang harus dihargai.

Karena itu, ia meminta semua pihak untuk tetap tenang dan berfikir jernih dalam menanggapi aksi tersebut.

“Kalau ada aspirasi dari bawah enggak usah ditakuti, biasa saja. Mahasiswa itu masa depan bangsa, mereka itu yang akan menggantikan kita semua,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menuntut Jokowi turun.

Ribuan mahasiswa itu aksi demonstrasi di DPRD Riau, Senin (10/9) sore.

Dalam aksinya, mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan ‘Turunkan Jokowi’ yang ditulis dengan cat semprot warna merah.

Selain itu, mereka juga terlihat membawa boneka pocong dengan foto Jokowi sebagai simbolis.

Tak hanya itu, mereka juga sempat melaksanakan sidang rakyat di gedung DPRD tersebut.

Koordinator Lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka suarakan dalam aksi tersebut.

“Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian, selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1,” ujarnya, Senin (10/9).

(JPG/ruh/pojoksatu/radartasikmalaya)

loading...