Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.5%

19.8%

7.7%

69%

SMC Tasikmalaya Masih Rawan 6 Pasien Corona

251
0
DIPULANGKAN. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sembuh dipulangkan oleh RSUD SMC ke rumahnya di Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari dan disambut warga, Selasa (28/7). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

LEUWISARI – Setelah menjalani perawatan selama 21 hari, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari, Yayat (36) dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Selasa (28/7).

Direktur Utama (Dirut) RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Iman Firmansyah MMKes mengatakan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 impor dari Jakarta, berasal dari Leuwisari dinyatakan sembuh setelah menjalani 21 hari perawatan dan isolasi di RSUD SMC.

Baca juga : Iwan-Iip Solusi Kabupaten Tasik Bersih dan Bebas dari KKN

Menurut Iman, awalnya kasus pasien asal Leuwisari yang sembuh ini rujukan dari Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya ke RSUD SMC, setelah mendapatkan informasi dari Puskesmas di Jakarta. “Ada Informasi 1 Juli 2020, pasien tersebut diperiksa kesehatannya di salah satu Puskesmas di Jakarta. Karena mengalami sakit, batuk, pilek dan demam. Kemudian dilakukan swab PCR di Puskesmas dan hasilnya 3 Juli dinyatakan positif Covid-19,” terang Iman, kepada wartawan di RSUD SMC.

Namun, kata Iman, yang bersangkutan memaksakan diri untuk pulang ke kampung halamannya ke Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari.

“Kita langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, sehingga langsung pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Leuwisari ini dijemput di rumahnya dan dibawa untuk dirawat dan isolasi ke RSUD SMC,” papar dia.

Termasuk, lanjut dia, keluarga yang kontak erat dengan pasien tersebut sudah di-tracking oleh Tim Gugus Tugas Covid-19, bahkan sudah di swab PCR dan hasilnya negatif.

“Sekarang tinggal enam orang yang masih dirawat di RSUD SMC, dari terkonfirmasi positif Covid-19 sembilan orang. Satu pasien hari ini sembuh,” terang dia.

Sementara itu, untuk dua orang dilaksanakan isolasi mandiri di rumah. Karena terkonfirmasi orang tanpa gejala (OTG), sesuai aturan protokol kesehatan dari Kemenkes bahwa untuk pasien OTG bisa isolasi mandiri.

Adapun teknis isolasi mandiri, tambah dia, yang dilaksanakan oleh kedua pasien tersebut di rumahnya dengan diam di kamar, segala kebutuhan makanan dipenuhi oleh keluarga diantarkan oleh keluarganya.

Kepala Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari Agus Hendriansyah mengatakan, semenjak dinyatakan positif Covid-19, pemerintah desa langsung ke rumah Yayat dan dibawa oleh petugas gugus Covid-19 bersama tim medis ke RSUD SMC.

“Sehingga masyarakat tidak ada yang panik, setelah 21 dirawat hasilnya negatif dan sembuh. Kami juga tegaskan bahwa desa kami bukan kampung penularan Covid-19,” ungkap dia.

Baca juga : 132 Kasus DBD di Kabupaten Tasik, 2 Balita Meninggal

Bahkan, ungkap dia, setelah ada kejadian ini, keluarganya juga melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak dinyatakan positif Covid-19.

“Masyarakat kami kooperatif menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Di desa kami hanya ada satu pasien terkonfirmasi positif, itu pun impor dan sudah sembuh,” ujar dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.