Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

Cetak SDM yang Terampil, SMK Artanita Terapkan Program Tefa

79
0
PELATIHAN. Pengawas Pembina SMK Sri Kuswarini (tengah) foto bersama guru SMK Artanita usai pelatihan program teaching factory Rabu (10/7). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Artanita Tasikmalaya menggelar pelatihan penyusunan program implementasi teaching factory (Tefa) di Aula SMK Artanita Tasikmalaya Rabu (10/7).

Pelatihan Tefa diikuti 30 guru Program Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Artanita Tasikmalaya.

Pengawas Pembina SMK Tasikmalaya Sri Kuswarini MPd mengatakan, pelatihan ini digelar untuk mengembangkan keterampilan guru dalam mencetak kurikulum berbasis Tefa. Hal ini sesuai dengan Tata Kelola Sekolah Menengah Kejuruan (Takola SMK) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Lanjutnya, program Tefa sangat penting diimplementasikan di SMK. Tefa merupakan model pembelajaran SMK berbasis produksi atau jasa yang menyelaraskan kurikulum sekolah dengan program dunia usaha dan industri. Tujuannya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang terampil. “Jadi guru dilatih untuk mengembangkan keterampilan dalam mengajar sesuai program Tefa,” katanya.

Dengan pengembangan pembelajaran ini, sambungnya, siswa diharapkan bisa memiliki gambaran mengenai etos kerja di dunia kerja pada era revolusi industri 4.0. “Program pendidikan di SMK ini harus mampu memenuhi kebutuhan pasar. Khususnya di bisnis daring dan manajemen,” ujar dia.

Lanjutnya, ketika program Tefa ini berhasil diimplementasikan di SMK Artanita Tasikmalaya, tak menutup kemungkinan SMK Artanita bisa menjadi sekolah percontohan. “Kemungkinan bisa menjadi sekolah model, sekolah lain bisa mencontoh SMK Artanita Tasikmalaya,” katanya.

Kepala SMK Artanita Tasikmalaya Ali Irsan Shafara SH MPd menjelaskan, dalam pelatihan ini guru diberikan wawasan Tefa dan sosialisasi mengenai Professional Development Program (PDP).

PDP ini meningkatkan kemampuan pengajaran menggunakan berbagai teknologi yang sedang tren. Sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, efisien, modern dan menyenangkan.

“Guru mesti cakap membuat kurikulum pembelajaran menggunakan sistem daring dan harus membuat modul berkaitan dengan Tefa,” katanya.

Implementasi Tefa, kata ia, misalnya sistem kerja ritel seperti Alfamart atau Indomart harus dihadirkan di sekolah.

“Mulai dari jam kerja, standar pelayanan dan strategi pemasaran,” katanya.

Sehingga ketika lulus, siswa sudah mengetahui etos kerja industri dan mudah terserap ke industri. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.