SMK BK Berwisata Sambil Belajar

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhakti Kencana Tasikmalaya menggelar field trip Magelang, Semarang dan Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti 270 siswa kelas 11 ini digelar pada 7 hingga 8 Agustus 2018.

Ketua Pelaksana Acara Bowo Wijaya mengatakan, field trip ini merupakan agenda tahunan yang diikuti semua siswa kelas 11 dari Kompetensi Keahlian Farmasi, Perawat dan Multimedia. Hal ini sebagai persiapan siswa menuju prakerin.

“Tujuan utama kegiatan ini sebenarnya untuk menghindari siswa dari rasa bosan belajar di kelas dan mengajak refreshing sejenak dari kegiatan sekolah,” terangnya kepada Radar, Rabu (15/8). Lanjutnya, field trip tidak sekedar bersenang-senang, tetapi juga ingin memberikan pelajaran dan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa.

Bowo mengatakan, dalam kegiatan ini masing-masing kompetensi keahlian mengunjungi tempat berbeda. Di sana mereka belajar banyak hal sehingga wawasannya lebih luas.

Lanjutnya, untuk Kompetensi Keahlian Farmasi siswa diajak ke pabrik Sido Muncul di Semarang. Di sana siswa observasi bahan baku simplicia sampai menjadi bahan farmasi. “Diperlihatkan proses dan penyaringan. Sampai siswa juga mencicipi jamu herbal terstandar,” ujarnya. Siswa juga diajak ke Sido Kusuma Edupark. Dengan kunjungan ini siswa jurusan Farmasi bisa melihat dan belajar secara langsung pembuatan obat dan jamu.

Untuk Kompetensi Keahlian Perawat, sambung ia, siswa diajak berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa Magelang. Siswa melakukan observasi langsung kepada pasien. Diterangkan bagaimana perawatannya serta berkomunikasi dengan pasien yang sedang pemulihan. “Siswa juga bisa melihat fasilitas medis yang ada di rumah sakit tersebut,” katanya.

Adapun Kompetensi Keahlian Multimedia, kata ia, siswa diajak ber­kunjung ke Universitas Amikom Yog­yakarta. Di sana, siswa diajarkan bagai­mana pembuatan film animasi serta diberikan wawasan perkembangan teknologi. “Setelah itu, semua siswa dari semua jurusan tersebut berwisata ke Lava Tour. Di sana siswa masuk ke museum gunung merapi. Sehingga menambah pengetahuan tentang sejarah,” ujarnya.

Di hari terakhir, siswa berwisata ke Malioboro untuk mengenal budaya daerah dan berwisata belanja. “Banyak yang bisa dipelajari siswa di Malioboro, selain belanja oleh-oleh tentunya,” kata ia. Bowo berharap, kegiatan field trip ini bisa memberikan pengalaman berharga bagi siswa. “Setelah field trip ini semoga siswa bisa refresh dan mendongrak semangat belajarnya,” ujarnya. (na)

loading...