SMK NU Tasik Menuju Sekolah Vokasi CoE

73
0
ISTIMEWA. PENDAMPINGAN. Kepala SMK NU Drs Aceng Mubarok MPd (kedua, kanan) saat workshop Sosialisasi dan Pendampingan Penyusunan Dokumentasi Pembelajaran SMK CoE di SMK NU Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.
ISTIMEWA. PENDAMPINGAN. Kepala SMK NU Drs Aceng Mubarok MPd (kedua, kanan) saat workshop Sosialisasi dan Pendampingan Penyusunan Dokumentasi Pembelajaran SMK CoE di SMK NU Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.

TASIK – SMK Nahdlatul Ulama (NU) Tasikmalaya ditunjuk menjadi sekolah vokasi yang menerapkan Center of Excellence (CoE) Bidang Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dari Kemendikbud.

Makanya, sekolah tersebut menggelar workshop Sosialisasi dan Pendampingan Penyusunan Dokumentasi Pembelajaran SMK CoE di SMK NU Tasikmalaya pada 26-28 Oktober. Itu dihadiri perwakilan Kemendikbud, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd dan lainnya.

Kepala SMK NU Aceng Mubarok Drs Aceng Mubarok MPd mengatakan, pengembangan Kurikulum Center of Excellence (CoE) bertujuan agar dapat mengasah, mengikuti perkembangan dan permintaan dunia usaha dan dunia kerja (Iduka). Sehingga antara SMK dan mitra industri ada keselarasan.

“Kurikulum CoE mengawinkan atau link and match dengan Iduka. Maka proses pembelajaran anak dipantau langsung oleh mitra industri baik keahlian, keterampilan dan karakter bekerjanya, sehingga bisa membangun SDM yang dibutuhkan pasar kerja,” katanya kepada Radar, Kamis (5/11).

Perancangan Kurikulum SMK yang baru di jurusan RPL dibuat simpel dan match dengan industri yaitu B-One Corporation. Program kerja samanya berfokus pada peningkatan kemampuan atau keterampilan seseorang (IT Training) dan validasi internasional (sertifikasi). “Adanya kolaborasi dan jejaring industri ini dapat meningkatkan daya saing SDM SMK NU hingga tingkatan global,” ujarnya.

Agar memaksimalkan program SMK CoE, pihaknya sedang membangun ruang praktik siswa yang representatif. Tujuan untuk pusat keunggulan fasilitas sarana dan prasarana yang relevan dengan kebutuhan Industri 4.0.

“Kurikulum ini mencakup pemenuhan kompetensi hard skill dan soft skill secara seimbang. Bagaimana siswa mampu membuat website atau aplikasi lainnya juga memiliki kesehatan fisik yang baik dan memiliki budaya kerja profesional,” katanya.

Setelah pembuatan bahan ajar disempurnakan sesuai dengan Iduka, pihaknya akan membuat technopark atau pameran produk industri yang siap didagangkan.

“Dengan adanya tempat tersebut sebagai pusat inovasi produk dan inkubator wirausaha untuk menumbuhkan kewirausahaan berbasis teknologi start-up di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Ketua CoE SMK NU Tasikmalaya Nizar Suryadi ST menjelaskan, pihaknya saat ini dalam proses finalisasi pembuatan bahan ajar kurikulum CoE bersama Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI).

“Oleh karena itu, saya mengajarkan aplikasi pemrograman untuk kebutuhan industri saja diantaranya Python, Javascript dan SQL,” katanya.

Ia menjelaskan, kurikulum CoE ini mengusung model teaching factory (TEFA). Maka pembelajarannya berbasis produk (barang/ jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri. Suasana SMK pun dibentuk seperti dunia usaha.

“Untuk mendukung CoE, kami sedang menyiapkan minimal 32 komputer di ruang praktik siswa. Lalu membuat projek pembuatan website untuk sekolah NU di Kota Tasikmalaya,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.